Tribun Bisnis

Erick Thohir Bakal Bubarkan 7 BUMN, Tidak Beroperasi tapi Masih Ada Karyawan, Ini Profilnya

Erick Thohir menegaskan akan segera membubarkan 7 perusahaan berstatus pelat merah. Simak profil 7 perusahaan yang akan dibubarkan Erick

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Erick Thohir Bakal Bubarkan 7 BUMN, Tidak Beroperasi tapi Masih Ada Karyawan, Ini Profilnya
HANDOUT
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMn) Erick Thohir menegaskan akan segera membubarkan 7 perusahaan berstatus pelat merah. Pasalnya, 7 perusahaan BUMN tersebut sudah lama tidak beroperasi, tetapi masih ada karyawannya. 

Meski sudah berdiri sejak 1983, KKA mulai produksi komersial pada 1990 dan akhirnya pada akhir 2007, PT KKA resmi berhenti beroperasi dikarenakan berbagai alasan.

5. PT Industri Sandang Nusantara (Persero) atau ISN

Perusahaan yang berfokus pada produksi pemintalan benang dan pertenunan nasional yang memproduksi benang hingga garment, didirikan pada 1961.

Kehadiran ISN di dalam negeri untuk memenuhi memenuhi kebutuhan sandang di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu perusahaan menjadi pasien PPA dengan menerima suntikan dana sebesar Rp26 miliar untuk bantuan keberlangsungan usaha.

6. PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PANN

Mengutip wikipedia PT PANN didirikan Mei 1974. BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan kapal ini didirikan sebagai alternatif lembaga keuangan non-bank khusus untuk membiayai pembelian kapal yang bertujuan mengembangkan pelayaran nasional.

Fokus Bisnis dari perseroan ini membiayai kapal-kapal niaga nasional dengan fokus pembiayaan kepada perusahaan pelayaran kelas menengah ke bawah.

Pada periode 1991-2004 kegiatan usaha PT PANN diperluas untuk membiayai berbagai jenis barang modal. Nama perusahaan diubah menjadi PT PANN Multi Finance.

Tapi, pada 2004 perusahaan kembali fokus pada core busines yaitu pembiayaan kapal.

Hingga sembilan tahun kemudian, pada 2013 dilakukan pemisahan bisnis, sehingga seluruh kegiatan bisnis inti PT PANN (Persero) dalam bidang usaha pembiayaan dialihkan ke PT PANN Pembiayaan Maritim

7. PT Kertas Leces (Persero)

Pabrik ini berkedudukan di Leces, Probolinggo dan bergerak di bidang produksi kertas. Didirikan pada 1939, pabrik ini menjadi yang tertua kedua di Indonesia setelah Kertas Padalarang.

Kini, perusahaan tersebut telah dinyatakan pailit atau bangkrut 25 Sepetember 2018 sesuai dengan putusan No.43 PK/Pailit/Pdt.Sus-Pailit/2019 No 01/Pdt.Sus.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas