Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

HIPMI Dukung Pemerintah Tetapkan Kenaikan PNBP pada Sektor Perikanan dan Kelautan

kenaikan PNBP ini bukan merupakan beban yang diberikan oleh Pemerintah kepada nelayan atau pengusaha yang bergerak dibidang perikanan dan kelautan

HIPMI Dukung Pemerintah Tetapkan Kenaikan PNBP pada Sektor Perikanan dan Kelautan
istimewa
Ketua Bidang Kemaritiman, Pertanian, Kehutanan & Lingkungan Hidup Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Robert Muda Hartawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah telah meningkatkan pendapatan negara melalui peningkatan tarif dan jenis pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sektor perikanan dan kelautan lewat terbitnya PP Nomor 85 Tahun 2021 untuk mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Seperti pengembangan infrastruktur pelabuhan perikanan, peningkatan kesejahteraan nelayan, hingga pembangunan kampung nelayan maju yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Berdasarkan Data BPS 2021, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) perikanan menunjukkan angka yang positif.

Hingga kuartal I tahun 2021, PDB perikanan melonjak hingga 9,69 persen. Kenaikan ini juga disertai dengan meningkatnya nilai tukar nelayan hingga 105,46 pada bulan Agustus 2021.

Hal ini membawa pesan bagi seluruh nelayan di Indonesia atau pengusaha yang bergerak dibidang perikanan dan kelautan sektor perikanan dan kelautan terus bertumbuh meskipun ditengah pandemi covid-19, dengan meningkatnya PNBP sektor kelautan dan perikanan tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Selain itu juga akan digunakan kembali untuk percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan menjadi lebih modern.

Ketua Bidang Kemaritiman, Pertanian, Kehutanan & Lingkungan Hidup Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Robert Muda Hartawan menyatakan bahwa kenaikan PNBP pada sektor perikanan dan kelautan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah menjadi jalan mulus bagi pemerintah untuk dapat terus mengembangkan insfrasturktur dan sumber daya pada sektor perikanan dan kelautan Indonesia dengan pengaturan dan penataan secara komprehensif oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

“Kalau kita lihat pada tahun 2021 aktivitas perikanan tangkap terus bergerak positif untuk mendukung dan berkontribusi pada ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga hal itu sejalan dengan adanya penerapan peningkatan PNBP di sektor perikanan dan kelautan,” ujar Robert pada Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Peluang Besar Indonesia Serbu Pasar Perikanan Selandia Baru hingga Australia

Robert menjelaskan, kenaikan PNBP ini bukan merupakan beban yang diberikan oleh Pemerintah kepada nelayan atau pengusaha yang bergerak dibidang perikanan dan kelautan untuk menaikkan tanpa alasan. Sebab pemerintah ketika mengambil suatu beleid pastinya ada tujuan yang jelas yaitu untuk kemajuan sektor perikanan dan kelautan kedepannya.

“Kenaikan PNBP ini mulai berlaku pada tanggal 19 september 2021 yang masih memerlukan menyelaraskan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah, dan juga kita belum melihat efek buruk daripada kebijakan ini kepada nelayan utamanya sebagai pemeran utama dalam sektor perikanan dan kelautan, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melihat baik buruknya kebijakan ini,” tegas Robert.

Kebijakan ini masih baru dan mempunyai implikasi yang sangat luas, sehingga membutuhkan perhatian khusus, seperti memberikan pemahaman kepada nelayan-nelayan baik nelayan tradisional hingga nelayan dengan menggunakan tekonologi tinggi terkait dengan memaparkan alasan, tujuan, dampak positif daripada kebijakan ini.

Baik berupa bentuk sosialisasi atau juga bisa menggandeng organisasi atau perkumpulan nelayan untuk dapat memahami secara komprehensif terhadap kebijakan tersebut.

“Saya rasa dengan adanya kebijakan ini sangat baik dan mampu memberikan nilai lebih terhadap percepatan dan pertumbuhan ekonomi nasional, dan hal ini juga menjadikan momentum bagi Indonesia untuk merealisasikan bahwa Indonesia sebagai poros maritim dunia,” tegas Robert.

Sementara itu, Ketua Departemen Perikanan dan Kelautan BPP HIPMI, Yoseph menyampaikan bahwa kenaikan PNBP di sektor perikanan dan kelautan merupakan satu terobosan kebijakan yang diambil pemerintah dalm melakukan akselerasi dan sinergi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pengembangan infrastruktur serta digitalisasi di sektor ini.

“Kita harus terus mendukung Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menerapkan kebijakan ini agar profesional dan berintegritas sertamembantu memberikan pemahaman kepada seluruh nelayan dan juga seluruh stakeholder terkait dengan kebijakan kenaikan PNPB ini. Pastinya banyak manfaat kedepannya dari hasil PNBP ini yang nantinya akan diperuntukkan untuk nelayan, infrasturktur dan sumber daya di sektor perikanan dan kelautan,” jelas Yoseph.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Muhammad Zulfikar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas