Tribun Bisnis

Aturan Dipermudah, Maskapai Baru Diperkirakan Bermunculan Usai Pandemi

Hal itu lantaran didukung adanya Undang-Undang Cipta Kerja yang mempermudah syarat pembuatan maskapai.

Editor: Hendra Gunawan
Aturan Dipermudah, Maskapai Baru Diperkirakan Bermunculan Usai Pandemi
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Ilustrasi 

"Kami memprediksi nantinya akan tumbuh perusahaan penerbangan kecil-kecil di kemudian hari, kalau covidnya sudah hilang," ungkap dia.

Ia menambahkan, diperkirakan industri penerbangan akan kembali normal pada 2024 mendatang menjadi seperti kondisi di 2019 atau masa sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Dihantam Pandemi, Maskapai Alitalia Berhenti Terbang Usai 74 Tahun Mengudara

Namun, Kristi meyakini, untuk penerbangan internasional, meski kembali normal tapi kondisinya tidak akan sama persis seperti sebelum pandemi.

Berbeda halnya dengan penerbangan di domestik yang diyakini akan normal kembali seperti masa sebelum pandemi.

"Tapi untuk penerbangan domestik itu saya yakin bisa, karena sekarang ini di Bali saja sehari sudah 15.000 penumpangnya, itu mendekati sama dengan waktu sebelum pandemi Covid-19," pungkasnya.

Sebelumnya, di Indonesia juga terdapat belasan maskapai yang melayani penerbangan domestik.

Namun satu persatu maskapai tersebut tutup.

Pada pertengahan 2000-an seiring munculnya maskapai low cost carrier (LCC), perusahaan penerbangan bersaing dengan harga tiket yang murah.

Namun akhirnya persaingan tersebut tidak mengindahkan kelayakan pesawat, sehingga beberapa kali terjadi kecelakaan pesawat.

Pemerintah dan DPR pun akhirnya memperketat pembuatan maskapai dengan aturan baru saat itu yaitu syarat pembuatan maskapai harus menguasai 10 unit pesawat, 5 diantaranya adalah milik maskapai itu sendiri. (Yohana Artha Uly)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas