Tribun Bisnis

Tanki LNG Hub Kilang Arun Akan Dijadikan pusat LNG Hub Asia

Arif melanjutkan, setelah berhasil melakukan pengapalan kargo LNG perdana ke pasar internasional pada 14 - 15 Januari 2021 lalu

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Tanki LNG Hub Kilang Arun Akan Dijadikan pusat LNG Hub Asia
Pertamina
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Tanki LNG Hub Kilang Arun akan didorong menjadi pusat LNG Hub Asia.

Hal ini dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Sebagai tahapan awal, Anggota Subholding gas Pertamina, PT Perta Arun Gas (PAG) baru saja melakukan pengapalan LNG dengan tujuan pasar internasional pada Kamis (28/10).

President Director Perta Arun Gas Arif Widodo menyampaikan, sampai saat ini pihaknya telah berhasil melakukan bongkar muat (unloading dan reloading) sejumlah kargo LNG yang dimiliki oleh berbagai pihak.

Baca juga: Pengusaha Keluhkan Sulitnya Pasok Produk Lokal ke Industri Hulu Migas

“Kami berencana mengembangkan bisnis ini dengan memanfaatkan 4 unit tangki LNG berkapasitas total 508.000 m3 dengan masing-masing tangki berkapasitas 127.000 m3.

Ini menjadi salah satu milestone Perta Arun Gas yang sangat baik dalam memperluas jaringan pasar global dan meningkatkan value perusahaan," ungkap Arif dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (30/10).

Arif melanjutkan, setelah berhasil melakukan pengapalan kargo LNG perdana ke pasar internasional pada 14 - 15 Januari 2021 lalu, Perta Arun Gas kembali mencatat kesuksesan pengapalan internasional.

Dengan capaian ini, Arif menilai Perta Arun Gas kian membuktikan diri sebagai pengelola PLB (Pusat Logistik Berikat) LNG yang patut diperhitungkan dijadikan kawasan Pusat LNG Hub di Asia.

Baca juga: Dwi Soetjipto: TKDN Hulu Migas Jadi Lokomotif Perekonomian RI

Arif menjelaskan, Perta Arun Gas sebelumnya sebelumnya ditunjuk secara resmi pada 7 September 2016 sebagai pengelola PLB Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe Provinsi Aceh melalui Keputusan Menteri Keuangan.

“Perta Arun Gas semakin aktif berkontribusi sebagai lokomotif perekonomian dan industri nasional. Diharapkan semakin banyak investor yang masuk ke Provinsi Aceh terutama Lhokseumawe,” kata Arif.

Adapun, Perta Arun Gas juga menjalankan sejumlah layanan seperti proses cooling down untuk kapal -kapal LNG yang akan melakukan reloading. Rata - rata proses loading kapal LNG memakan waktu lebih singkat dari maksimum laytime.

Baca juga: SKK Migas: EBT Belum Bisa Gantikan Energi Fosil Hingga 2050

Arif mengungkapkan, sesuai arahan PGN selaku Subholding Gas Pertamina terkait Pertamina Go Global, hal ini menjadi salah satu fokus Perta Arun Gas untuk berinovasi secara kompetitif agar terus tumbuh secara global dan bersaing di kancah internasional.

“Kami melakukan upaya terbaik dan strategi pengembangan bisnis ke depan. Sebagai bagian dari Subholding Gas, Perta Arun Gas berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan serta pertumbuhan energi nasional,” imbuh Arif.

Asal tahu saja, semua Pengembangan kegiatan bisnis di Kawasan ex Aset PT Arun NGL tersebut selain ditujukan sebagai pemenuhan target pendapatan perusahaan, juga upaya PAG dalam memberikan kontribusi pada pembangunan perekonomian Aceh.

"Salah satunya dengan menciptakan lapangan kerja bagi putra -putri generasi Aceh,” pungkas Arif. (Filemon Agung)

Sumber: Kontan

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas