Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Analis Prediksi Harga Minyak Masih Akan Bergejolak, Imbas Sejumlah Negara Ribut Soal Cadangan

harga minyak sempat tertekan setelah Washington meminta sejumlah negara untuk melepas stok minyak guna menurunkan harga

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Analis Prediksi Harga Minyak Masih Akan Bergejolak, Imbas Sejumlah Negara Ribut Soal Cadangan
http://www.btmagazine.nl
Ilustrasi Harga Minyak Dunia. Analis Prediksi Harga Minyak Masih Akan Bergejolak, Imbas Sejumlah Negara Ribut Soal Cadangan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis pasar modal Hans Kwee memperkirakan harga minyak dunia masih akan bergejolak akibat beberapa negara ribut mempersoalkan cadangan. 

Menurut dia, harga minyak sempat tertekan setelah Washington meminta sejumlah negara untuk melepas stok minyak guna menurunkan harga.

Sementara, biro cadangan negara China mengatakan sedang mengerjakan pelepasan cadangan minyak mentah meski menolak untuk mengomentari permintaan Amerika Serikat (AS).

"Namun, harga kembali naik setelah investor mempertanyakan berapa banyak cadangan minyak mentah strategis China dan AS yang akan dilepaskan ke pasar. Selain itu, berapa banyak pelepasan itu akan mengurangi tekanan permintaan minyak mentah global," ujar dia melalui risetnya, Minggu (21/11/2021). 

Kemudian, Hans menyampaikan, Jepang dan Korea Selatan menunjukkan keengganan untuk melepaskan cadangan minyak.

Baca juga: Harga Minyak Naik, Beban Masyarakat Jepang akan Meningkat 46.000 Yen di Tahun 2021/2022

Pejabat Kementerian Industri Jepang mengatakan, hukum negara itu melarang penggunaan cadangan untuk menurunkan harga. 

Rekomendasi Untuk Anda

Lalu, pejabat Korea Selatan mengatakan sedang meninjau permintaan AS, tetapi menegaskan hanya bisa merilis cadangan jika terjadi ketidakseimbangan pasokan 

"Tetapi, harga minyak kembali tertekan setelah ada potensi gelombang ke-4 Covid-19 terjadi di Eropa," pungkas Hans.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas