Tribun Bisnis

Santri Digitalpreneur, Program Menparekraf Sandiaga Dukung Ekonomi Kreatif Pondok Pesantren

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan telah membuat program Santri Digitalpreneur Indonesia. 

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Santri Digitalpreneur, Program Menparekraf Sandiaga Dukung Ekonomi Kreatif Pondok Pesantren
Warta Kota/Henry Lopulalan
Foto ilustrasi: Mahasiswa memberikan pendidikan keuangan bertema "Ayo Menabung" kepada santri Pondok Pesantren As-Shofiani di Babelan, Bekasi Utara, Minggu, (21/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya memulihkan sektor pariwisata dan industri kreatif yang terdampak pandemi Covid-19. 

Salah satu pihak yang mendapat perhatian adalah pondok pesantren.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan telah membuat program Santri Digitalpreneur Indonesia. 

Program yang sekarang tengah digalakkan itu akan mendorong kewirausahaan para santri di tanah air.

Sandiaga menyampaikan Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren. Karena itu pihaknya mendorong santri untuk mengembangkan ekonomi kreatif melalui digitalisasi.

Baca juga: Ketua DPD RI: Santripreneur Jadi Kekuatan Produk Halal Indonesia

Baca juga: Santri Miliki Potensi Berwirausaha di Masa Pandemi Covid-19

“Semua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memajukan pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia,” ujar Sandiaga dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021).

Santri Digitalpreneur Indonesia berfokus pada pelatihan dan pendampingan santri untuk mempelajari berbagai keterampilan digital serta mengaplikasikannya sebagai modal mereka untuk menjadi digitalpreneur atau berkarier di industri kreatif setalah mereka lulus.

Sandiaga berharap program itu ke depannya bisa membuat santri terbiasa dengan teknologi untuk mendukung ide-ide kreatif dan menghilangkan ketakutan untuk menjadi santri

Pasalnya, saat ini banyak anggapan jika santri hanya terkungkung dengan pelajaran agama saja. 

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan Kemenparekraf terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan resiliensi daya usaha dengan menerapkan prinsip 3C: Commitment, Competence, dan Champion. 

“Bergerak cepat saja tidak cukup, kita harus bergerak bersama-sama dan garap semua potensi bisnis yang ada untuk ciptakan lapangan kerja baru. Lewat ide-ide yang inovatif dan kreatif, kita dapat kembali bangkit dan memajukan perekonomian Indonesia,” tutup Sandiaga. 

Berdasarkan data, Sandiaga menyampaikan industri pariwisata di Indonesia mengalami kerugian hingga Rp85 triliun pada paruh pertama pada 2020, dengan kerugian industri hotel dan restoran hingga Rp70 triliun.

Kehadiran program edukasi kewirausahaan seperti Santri Digitalpreneur Indonesia akan semakin mendorong pemulihan ekonomi di tanah air, selain lewat bantuan insentif pemerintah.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas