Tribun Bisnis

Pemulihan Ekonomi Bakal Dorong Produk Ekuitas Insight Bertumbuh

Kondisi tersebut, akan diikuti beberapa sektor lain seperti transportasi, konstruksi, komoditi, semen, ritel, dan otomotif.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hendra Gunawan
Pemulihan Ekonomi Bakal Dorong Produk Ekuitas Insight Bertumbuh
Tribunnews/Jeprima
Karyawan beraktivitas di antara layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (BEI) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pergerakan indeks saham antara lain IDX30, LQ45 dan Sri-Kehati menunjukkan pertumbuhan positif pada periode tiga bulan dan enam bulan.

Bahkan ketiga indeks tersebut telah mengungguli performa Jakarta Composite Index (JCI) atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode tiga bulan terakhir.

Hal ini diharapkan meningkatkan performa produk Reksa Dana ekuitas Insight antara lain Reksa Dana Indeks Insight Sri-Kehati Likuid Fund, Reksa Dana Indeks Insight IDX30, Reksa Dana ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index dan Reksa Dana Insight Wealth.

Direktur PT Insight Investments Management, Ria M Warganda menyebut, berinvestasi di reksa dana saham dapat menjadi pilihan yang menarik saat ini.

Baca juga: IHSG Akhir Pekan Terperosok 45,31 Poin ke 6.538,51, Ini yang Dikoleksi Investor Asing

"Performa Reksa Dana Indeks Insight Sri-Kehati Likuid Fund, Reksa Dana Indeks IDX30, Reksa Dana ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor Index dan Reksa Dana Insight Wealth berpotensi untuk terus tumbuh seiring dengan trend kenaikan performa saham-saham kapitalisasi besar yang masuk sebagai underlying portfolio Reksa Dana ekuitas Insight," kata Ria dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021).

Head of Investment Specialist PT Insight Investments Management Suluh Tripambudi Rahardjo menambahkan, sektor perbankan, konsumen, telekomunikasi dan kesehatan merupakan sektor yang berpotensi tumbuh lebih baik ke depan seiring pemulihan ekonomi Indonesia.

Baca juga: IHSG Hari Ini Berpeluang Melemah Lagi, Investor Cermati Rilis Data Inflasi dan Manufaktur

Kondisi tersebut, akan diikuti beberapa sektor lain seperti transportasi, konstruksi, komoditi, semen, ritel, dan otomotif.

"Insight juga melihat risk and reward dari JCI dimana menunjuk data per 29 Oktober 2021, JCI diperdagangkan di P/E Ratio sebesar 23.3x, dimana masih lebih rendah dibandingkan dengan peers pada pasar Asia lainnya seperti India (29.1x) dan China (35.2x)," paparnya.

Insight memproyeksikan target JCI pada 2022 berada pada rentang 6,900-7,600 atau berdasarkan JCI Forward PE di level 21.42x – 23.67x, dengan 21 persen Earnings Per Share (EPS) growth.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas