Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Komisi X DPR Soroti Program PEN Film Saat Rapat Kerja dengan Kemenparekraf

Komisi X DPR RI menyoroti program pemulihan ekonomi nasional (Film) saat rapat kerja bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamis (9/12)

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Komisi X DPR Soroti Program PEN Film Saat Rapat Kerja dengan Kemenparekraf
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Anggota Komisi X DPR Rano Karno 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Komisi X DPR RI menyoroti program pemulihan ekonomi nasional (Film) saat rapat kerja bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamis (9/12/2021).

Sejumlah Anggota Komisi X DPR mempertanyakan penyerapan dan asas keadilan dalam penyaluran program PEN Film. Anggota Komisi X DPR Rano Karno menilai adanya kegaduhan program PEN Film.

"Waktu acara Festival Film Indonesia ada yang bertanya kepada saya tentang ini. Persyaratannya, waktunya begitu pendek jadi terasa ketidakadilan," ujar Rano saat rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Menurut Rano, ramainya isu ketidakadilan mengenai penyaluran sempat disampaikan oleh Kongres Peran serta Masyarakat Perfilman (KPMP). Sebab, lanjut dia, dana bantuan tersebut penting di tengah kondisi pandemi Covid-19, yang berdampak kepada dunia perfilman.

Baca juga: Pembangunan Kepariwisataan melalui Pengembangan Desa Wisata untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

"Sekarang capai 200 ribu penonton sulit. Dylan itu hampir 8 juta. Saya rasa hadirnya PEN untuk itu. Cuma karena pendaftaran waktunya pendek, teman-teman merasa 'dia dapat kita tidak'," tutur Rano.

Sedangkan, Anggota Komisi X DPR Putra Nababan mempertanyakan sisa anggaran PEN keseluruhan, yang dikembalikan kepada Kementerian Keuangan karena tidak dapat terlaksana optimal.

Rekomendasi Untuk Anda

"Terkait dana PEN sekitar Rp 188 miliar dikembalikan. Apa ini ada kaitannya, apa ketidakmampuan kita menghasilkan program atau aturan terlalu banyak. Pengembalian di tengah pandemi, di tengah kebutuhan sangat tinggi, memang tidak selayaknya dana sebesar ini tidak diserap," kata Putra.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas