Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Properti Bisa Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi jika Beli Rumah Semakin Mudah

Hal tersebut karena pandemi Covid-19 menyebabkan terjadi penurunan daya beli masyarakat, terutama pada segmen menengah

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Properti Bisa Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi jika Beli Rumah Semakin Mudah
TRIBUN MANADO /ANDREAS RUAUW
Alat berat melintasi area kawasan perumahan saat akan melakukan pembebasan lahan kosong di kawasan Griya Paniki Indah, Manado 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkomitmen meningkatkan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki hunian layak melalui program pembangunan rumah bersubsidi.

Peran aktif asosiasi pengembang, swasta, perbankan dan masyarakat terus didorong, mengingat sektor perumahan properti menjadi satu di antara leading sector atau lokomotif dalam menopang pemulihan ekonomi nasional (PEN) dampak pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, sektor properti dapat menjadi lokomotif pemulihan ekonomi karena memiliki efek berganda besar dalam menggerakan sektor lainnya, sehingga juga akan mempengaruhi produktivitas masyarakat.

Baca juga: Sektor Properti Mulai Pulih, LPKR Siap Genjot Kinerja di 2022

"Pemulihan ekonomi nasional memerlukan komitmen dari semua stakeholder untuk mendukung inovasi kebijakan yang dibuat pemerintah dalam rangka meningkatkan supply dan demand perumahan di Indonesia," ujarnya dalam siaran pers, Minggu (6/2/2022).

Demi mendorong pemulihan ekonomi tersebut, Kementerian PUPR membutuhkan dukungan stakeholder perumahan untuk meningkatkan pertumbuhan sektor properti yang berimbang, mulai dari menengah ke atas sampai menengah ke bawah.

Baca juga: Pengembang Asing Diharapkan Bermain di Indonesia, Dipercaya Membuat Industri Properti Tambah Maju

Hal tersebut karena pandemi Covid-19 menyebabkan terjadi penurunan daya beli masyarakat, terutama pada segmen menengah ke bawah atau MBR.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dana APBN untuk alokasi anggaran perumahan terbatas, sehingga belum mampu menyelesaikan seluruh kebutuhan MBR terhadap perumahan. Untuk itu, pemerintah berusaha menggandeng peran aktif dari asosiasi pengembang, sektor swasta, perbankan dan masyarakat untuk turut membangun sektor properti," pungkas Iwan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas