Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Dalami Dugaan Kartel, KPPU Mulai Panggil Ritel dan Asosiasi Minyak Goreng

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) secara maraton memanggil pelaku bisnis ritel dan asosiasi minyak goreng untuk mendalami dugaan kartel.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Dalami Dugaan Kartel, KPPU Mulai Panggil Ritel dan Asosiasi Minyak Goreng
Tribun Medan/Fredy Santoso
Foto saat satgas pangan Ditreskrimsus Polda Sumut dan Pemrov Sumut menyidak tiga gudang minyak goreng di wilayah Deliserdang, Sumatera Utara. Satgas menemukan ribuan minyak goreng kemasan, Jumat (18/2/2022) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) secara maraton memanggil pelaku bisnis ritel dan asosiasi minyak goreng untuk mendalami dugaan kartel.

"Mulai hari ini hingga Jumat, kami mengundang pelaku ritel dan asosiasi di ritel," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur saat dihubungi, Selasa (22/2/2022).

Menurutnya, ada empat pemain ritel dan dua asosiasi yang akan dimintai keterangan, setelah KPPU menggali informasi dari para produsen minyak goreng.

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Ciamis Sudah Turun, Namun Stoknya Masih Minim

Namun, Deswin tidak dapat menyebutkan pelaku bisnis ritel dan asosiasi yang dipanggil pada pekan ini. 

"Pelaku ritel, namanya kami tidak boleh sampaikan. Tapi mewakili ritel besar dan ritel waralaba yang sangat kita kenal," paparnya. 

Sebelumnya, KPPU telah memanggil 10 produsen minyak goreng, sebagai langkah investigasi dugaan kartel pada komoditas pangan tersebut. 

Rekomendasi Untuk Anda

10 produsen tersebut dimintai keterangan KPPU sejak awal Februari hingga 16 Februari 2022.

Baca juga: Stok Minyak Goreng di Pasar Langka, Pedagang Sayangkan Lambatnya Distribusi

"Saat ini kami masing mengumpulkan alat bukti, mendengarkan keterangan dari berbagai pihak khususnya produsen, ada 10 produsen," kata Deswin. 

"Hasilnya pemanggilan masih di olah oleh tim investigator kami. Segera kami sampaikan jika ada update khusus," sambung Deswin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas