SIG Manfaatkan Limbah dan Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif
Semen Indonesia (SIG) terus berinovasi dalam menjalankan usahanya untuk memberikan nilai tambah, dan manfaat berkelanjutan
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Sanusi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Semen Indonesia (SIG) terus berinovasi dalam menjalankan usahanya untuk memberikan nilai tambah, dan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Salah satunya, ekonomi sirkular melalui teknologi pemanfaatan limbah industri dan sampah perkotaan untuk diubah menjadi energi alternatif terbarukan.
Baca juga: Wakil Menteri KLHK Dorong Pengelolaan Sampah yang Baik di Destinasi Wisata
"Teknologi ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan limbah industri, sekaligus membantu memecahkan permasalahan sampah domestik yang dihadapi oleh pemerintah daerah," kata Direktur Utama SIG Donny Arsal dalam keterangannya, Kamis (3/3/2022).
Dalam pemanfaatan limbah industri dan sampah, unit usaha SIG yakni PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) pun menerima kunjungan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Pabrik Narogong, Jawa Barat.
Kunjungan tersebut bertujuan melihat teknologi pengelolaan limbah dan sampah menjadi alternatif bahan bakar dan bahan baku yang dilakukan SIG.
Baca juga: Sukseskan Puncak KTT G20, Mendagri Turunkan Tim Dukung Pengelolaan Sampah di Bali
Direktur Utama SBI Lilik Unggul Raharjo menyampaikan, unit bisnis pengelolaan limbah SBI, Nathabumi, telah menjadi mitra pemerintah serta perusahaan di berbagai bidang industri dalam memberikan solusi dan inovasi pengelolaan limbah maupun sampah.
Salah satunya dengan menginisiasi fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) pertama di Indonesia yang berlokasi di Cilacap, Jawa Tengah, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Selain itu, SBI juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pemanfaatan sampah domestik di TPST Bantargebang menjadi bahan bakar alternatif berupa RDF melalui metode landfill mining.
"Kami menjadi inisiator dan operator resmi fasilitas RDF di Cilacap, Jawa Tengah, serta pengelolaan limbah dengan metode co-processing di pabrik semen kami dengan didukung fasilitas pre-processing GreenZone, Narogong," tuturnya.
"Dengan demikian, hasil dari seluruh pengolahannya bisa dimanfaatkan kembali tanpa menimbulkan pencemaran dan residu apa pun," sambung Lilik.