Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

KLHK: Sampah Plastik di Laut Indonesia 6,8 Juta Ton Per Tahun

Tahun lalu, jumlah sampah di Indonesia hampir mencapai 70 juta ton dan dfiperkirakan trennya akan terus naik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
zoom-in KLHK: Sampah Plastik di Laut Indonesia 6,8 Juta Ton Per Tahun
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Wisatawan duduk di samping tumpukan sampah saat musim angin barat di pesisir pantai Kuta, Bali, Jumat (14/12/2018). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peta jalan transformasi ekonomi hijau yang menitikberatkan pada pengurangan penggunaan sampah plastik telah menjadi komitmen Pemerintah Indonesia dalam mencapai target pengurangan sampah plastik hingga 70 persen di tahun 2025.

Fungsional Ahli Madya Pedal Direktorat Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Edward Nixon Pakpahan mengungkapkan, salah satu tantangan utama dalam ekonomi hijau adalah persoalan sampah.

Secara global, sampah dunia saat ini telah mencapai 3 miliar ton, sedangkan hanya sepertiga yang berhasil diolah kembali.

Tahun lalu, jumlah sampah di Indonesia hampir mencapai 70 juta ton dan dfiperkirakan trennya akan terus naik.

KLHK menyatakan, air minum dalam kemasan (AMDK) bertentangan dengan hierarki utama penanganan sampah, yakni mengurangi sampah plastik.

Baca juga: KLHK Bersih-bersih Pantai: 80 Persen Sampah Berasal dari Daratan

“Hierarki tertinggi dari konsep penanganan sampah adalah mengurangi sampah. Semua pihak, terutama produsen, diharapkan dapat membantu masyarakat dengan produk yang bisa mengurangi timbulan sampah,” ungkap Edward dalam webinar bertema Menuju Transformasi Ekonomi Hijau, Rabu (16/3/2022).

Baca juga: Kota Tangerang Ditetapkan Jadi Wilayah PSN Pengolahan Sampah Energi Listrik

Rekomendasi Untuk Anda

Belakangan ini ramai isu beberapa pihak berupaya mendorong BPOM mengeluarkan kebijakan yang bisa mendorong penggunaan AMDK galon sekali pakai, padahal selama ini masyarakat terbiasa menggunakan kemasan galon guna ulang.

Edward menegaskan, dalam konteks penanganan sampah, air minum dengan galon sekali pakai sangat tidak dianjurkan. Konsep penggunaan AMDK galon sekali pakai akan semakin banyak timbulan sampah untuk diolah.

Baca juga: Ecoton: Plastik Kemasan Sachet Mendominasi Temuan Sampah di Anak Sungai Brantas

“Kebijakan yang mendorong air minum kemasan galon sekali pakai harusnya dipertimbangkan kembali. Kita tidak dukung yang sekali pakai, usahakan yang bisa digunakan kembali,” kata Edward.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Rofi Alhanif mengatakan, sampah plastik telah menjadi perhatian besar dalam ekonomi hijau.

Menurutnya, saat ini sampah plastik Indonesia di laut mencapai 6,8 juta ton per tahun.

Dari jumlah tersebut, hanya 10 persen yang didaur ulang dan 20 persen yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Sementara itu, sisanya bakal menjadi sampah yang bocor ke sungai dan laut.

“Karena itu, dengan target pengurangan sampai hingga 70 persen pada 2025, dibutuhkan komitmen semua pihak untuk mengurangi penggunaan sampah plastik di darat sehingga tidak bocor hingga ke laut,” pungkas Rofi. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas