Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Tekan Harga Daging Sapi, Mendag Minta Bulog Impor 20 Ribu Ton Daging Kerbau dari India

Kemendag berupaya menekan harga daging sapi yang saat ini mencapai Rp 140 ribu per kilo gram dengan membuka keran impor daging kerbau.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Tekan Harga Daging Sapi, Mendag Minta Bulog Impor 20 Ribu Ton Daging Kerbau dari India
Tribunnews/Jeprima
Suasana los daging sapi masih terlihat lengang akibat banyak pedagang yang mogok berjualan di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2022). Pedagang daging sapi serentak melakukan aksi mogok berjualan hingga Jumat (4/3) sebagai bentuk protes terhadap pemerintah atas kenaikan harga daging sapi yang tembus hingga Rp 140.000 per kilogram. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menekan harga daging sapi yang saat ini mencapai Rp 140 ribu per kilo gram dengan membuka keran impor daging kerbau.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, saat ini sedang dilakukan pengoptimalan penyerapan sapi lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Badan Pangan Nasional Bangun Ekosistem untuk Jaga Stok Daging Sapi

"Kami juga meminta Bulog untuk segera merealisasikan alokasi impor daging kerbau beku dari India sebanyak 20 ribu ton pada akhir Maret ini," papar Lutfi saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (17/3/2022).

Sementara itu, terkait harga kedelai yang terus mengalami kenaikan, Lutfi mengaku sedang melakukan penyusunan untuk melakukan intervensi harga.

Baca juga: Pedagang dan Pengusaha Daging Bantah Ketersediaan Kosong di Pasaran

"Harga kedelai cenderung tinggi karena mengikuti harga internasional, mengingat 90 persen kebutuhan dalam negeri dipenuhi impor," paparnya.

Ia menyebut, sebelum pandemi Covid-19 harga kedelai tertinggi hanya 345 dolar AS per ton dan pada Maret 2022 sudah mencapai 617 dolar AS per ton.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pemerintah sedang persiapkan mekansime intervensi untuk mengatasi hal itu," ucap Lutfi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas