Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kerap Tak Tepat Sasaran, Pertamina Usulkan Skema Subsidi Energi Langsung ke Penerima

Pertamina minta solusi permanen dalam penyelesaian subsidi energi agar tepat sasaran, dan tidak menambah beban ke masyarakat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kerap Tak Tepat Sasaran, Pertamina Usulkan Skema Subsidi Energi Langsung ke Penerima
dok. Pertamina
Dirut Pertamina Nicke Widyawati. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menilai subsidi energi ke bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram (Kg) pada praktiknya kerap tidak tepat sasaran ke masyarakat tak mampu. 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, diperlukan solusi secara permanen dalam penyelesaian subsidi energi agar tepat sasaran, dan tidak menambah beban ke masyarakat.

"Sebaiknya subsidi langsung, sehingga subsidi tepat sasaran langsung ke orang, bukan ke barang," kata Nicke saat rapat dengan Komisi VI DPR, Senin (28/3/2022).

"Kalau subsidi ke barang menghasilkan gap harga yang tinggi. Maka di sini ada permasalahan seperti hari ini yang harga subsidi dijual hanya sepertiga dari harga market. Dua pertiga disubsidi dari negara," sambung Nicke. 

Menurutnya, dalam mewujudkan usulan tersebut, tentu membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah. 

Baca juga: Solar Subsidi Langka, Pertamina: Permintaan Naik, Tapi Suplai Berkurang 5 Persen Dibanding 2021

"Kami tahu bahwa menuju ke arah sana tantangannya besar, tetapi kalau kita ingin memastikan bahwa subsidi tepat sasaran dan tidak menambahkan beban masyarakat maka solusinya ada itu. Kalau boleh kita nanti meminta dukungan ke arah sana," ujar Nicke. 

Baca juga: Operator Bus Keluhkan Kelangkaan Solar di Wilayah Sumatera

Rekomendasi Untuk Anda

Terkait harga BBM maupun LPG yang subdisi akan dinaikkan atau tidak, Pertamina menyebut hal tersebut sepenuhnya ada di tangan pemerintah. 

"Kalau tidak ingin memberikan tambahan beban ke masyarakat, seperti halnya hari ini kebijakan pemerintah adalah tidak ada kenaikan harga BBM atau LPG subsidi. Jadi beban ini harus ditutup subsidi," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas