Tribun Bisnis

Ciptakan Ekosistem Manufaktur Digital di Indonesia, Startup Tjetak Ganti Nama Jadi Manuva

Tidak hanya berfokus pada industri kemasan, layanan Tjetak kini menjangkau industri lain seperti elektrikal dan garmen.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Sanusi
zoom-in Ciptakan Ekosistem Manufaktur Digital di Indonesia, Startup Tjetak Ganti Nama Jadi Manuva
ist
Ilustrasi Startup 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tjetak, pelopor bisnis B2B platform manufaktur di Indonesia memperluas solusi bisnis untuk mendigitalisasi manufaktur UKM dari hulu ke hilir bagi pelanggan B2B hingga retail.

Tidak hanya berfokus pada industri kemasan, layanan Tjetak kini menjangkau industri lain seperti elektrikal dan garmen.

Seiring dengan hal ini, Tjetak pun memperkenalkan nama barunya, Manuva, yang menggambarkan ‘manuver’ perusahaan untuk menciptakan ekosistem manufaktur digital di Indonesia.

Baca juga: Hub.Id Summit 2022 Tingkatkan Peluang Startup Lokal dapat Investor Skala Global

Anggara Pranaspati, Co-Founder Manuva mengatakan, perjalanan bisnis sejauh ini membuat pihaknya percaya manufaktur kecil dan menengah memiliki potensi pertumbuhan yang besar, terutama karena Indonesia saat ini sudah menjadi 10 besar negara manufaktur terbesar di dunia.

"Manuva akan berfokus untuk berkolaborasi dengan perusahaan manufaktur skala kecil dan menengah yang umumnya masih belum mencapai utilisasi kapasitas yang maksimal karena rata-rata baru mencapai 60 persen. Kami membantu mereka untuk mengoptimalkan kapasitas yang dimiliki dengan memproduksi barang jadi untuk pasar retail, ataupun menerima pesanan produksi dari brand lain (maklon),” jelas Anggara Pranaspati dalam keterangannya, Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Gandeng Startup Kuliner, Strategi Pintu Kenalkan Aset Kripto Lebih Luas ke Masyarakat

Dikatakannya, ekosistem Manuva membantu proses jual-beli barang jadi, produk custom, serta bahan baku dengan menggunakan tiga produk utama, yaitu Manuva Retail, Manuva Procure, dan Manuva Supply.

Manuva Retail membuka jaringan distribusi agar basis pelanggan toko ritel Manuva bisa menjual produk jadi dari para mitra manufaktur di tokonya masing-masing. Distribusi Manuva telah tersebar ke ribuan gerai ritel di 5 provinsi dan 48 kota/kabupaten.

Manuva Procure adalah sistem e-procurement yang digunakan untuk mempertemukan pelaku bisnis dengan manufaktur untuk pengadaan barang custom. Platform ini memudahkan para manufaktur agar dapat menjangkau pelanggan B2B di seluruh Indonesia dan menawarkan kredibilitas lebih untuk proses penawaran harga, produksi, dan kontrol kualitas akhir.

Sementara itu, Manuva Supply adalah platform bagi pelaku manufaktur untuk bisa menerima pesanan, mengatur produksi dan pembelian bahan baku. Saat ini, Manuva telah memiliki lebih dari 250 pabrik manufaktur skala kecil dan menengah yang tersebar di 5 hub di Pulau Jawa.

“Manuva memiliki misi untuk mendigitalisasi ekosistem manufaktur serta rantai pasok di Indonesia sehingga kami berfokus meningkatkan utilisasi kapasitas produksi melalui dua kanal penjualan untuk mitra manufaktur yakni toko retail dan B2B," katanya.

Dibangun sejak tahun 2018, Ekosistem Manuva telah berhasil memberikan akses dan transparansi dalam keseluruhan proses manufaktur, dimana semua stakeholder pada rantai pasokan bisa melakukan transaksi dan proses bisnis dengan lebih transparan, cepat, dan terstandarisasi kualitasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas