Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Analis Ungkap Dampak Positif dari Pencabutan Subsidi Minyak Goreng Curah

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji mengungkapkan ada dampak positif dari pencabutan subsidi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Analis Ungkap Dampak Positif dari Pencabutan Subsidi Minyak Goreng Curah
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi: Pedagang sembako di Cibodas, Kota Tangerang, Banten, Deni Setiawan sedang mengemas minyak goreng curah dalam kemasan plastik ukuran 1 kilogram 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji mengungkapkan ada dampak positif dari pencabutan subsidi minyak goreng curah hari ini.

Di antaranya yakni membuat harga minyak goreng kemasan bisa lebih stabil, sehingga meningkatkan daya beli masyarakat.

"Paling tidak memang tujuan kebijakan tersebut untuk stabilkan harga minyak goreng dan meningkatkan daya beli masyarakat," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (31/5/2022).

Nafan menjelaskan, kalau daya beli meningkat nanti, maka efeknya adalah berkaitan dengan terhadap pemulihan ekonomi.

Baca juga: Subsidi Dicabut, Pedagang Pasar Minta Pemerintah Awasi Pasokan Minyak Goreng Curah

"Yang penting adalah kalau dampak pemulihan ekonomi sudah progresif, maka katalis positifnya berefek domino terhadap kinerja emiten," katanya.

Jadi, menurutnya yang paling penting emiten perkebunan sawit mampu jalankan bisnis dengan meningkatnya kinerja penjualan.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, juga sudah bisa melakukan ekspor ke negara konsumen minyak sawit, karena permintaannyanya kuat dari China dan India.

Baca juga: Ikappi Pastikan Pedagang Pasar Bakal Kena Dampak Pencabutan Subsidi Minyak Goreng Curah 

"Jadi, otomatis saya pikir kinerja emiten sawit meningkat ke depan dengan meningkatkan produksi.

Sebab, melihat negara lain dari Malaysia, kapasitas produksi belum optimal ke sebelum level pandemi," pungkas Nafan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas