Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pagi Ini, Rupiah Menguat Tinggalkan Level Rp 14.800 Per Dolar AS

Sekitar pukul 09.31 WIB, rupiah menguat 0,26 persen di posisi Rp 14. 797 dari penutupan perdagangan kemarin Rp 14.836 per dolar AS.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pagi Ini, Rupiah Menguat Tinggalkan Level Rp 14.800 Per Dolar AS
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi Rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (21/6/2022) menguat.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (21/6/2022) menguat. 

Sekitar pukul 09.31 WIB, rupiah menguat 0,26 persen di posisi Rp 14. 797 dari penutupan perdagangan kemarin Rp 14.836 per dolar AS.

Pada perdagangan Senin (20/6/2022) sore, rupiah melemah 11 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 15 poin di level Rp 14.836 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.824 per dolar
AS.

Baca juga: Rupiah Berpotensi Menuju Rp 15 Ribu, Jokowi Akui Beban Fiskal Berat

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya kemarin menyampaikan, dolar AS melemah sejenak untuk menarik napas setelah mata uang negeri Paman Sam itu menguat pasca kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Namun, Ibrahim memperkirakan laju rupiah pada hari ini masih akan tertekan pada rentang Rp 14.820 sampai Rp 14.870 per dolar AS.

Ibrahim pun meminta pemerintah dan Bank Indonesia perlu mewaspadai dari kenaikan suku bunga acuan The Fed menjadi 1,5 persen sampai 1,75 persen pada minggu lalu, yang dampaknya sudah terasa dari melemahnya mata uang rupiah. 

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan kenaikan suku bunga tersebut, kata Ibrahim, maka arus modal asing kembali keluar di pasar surat utang, karena jarak antara yield surat berharga negara dan yield treasury di tenor yang sama semakin menyempit.

Baca juga: Pelemahan Rupiah Paling Dalam Terhadap Dolar AS Terjadi Hari Ini, Rp 14.829 Per USD

"Investor asing cenderung mengalihkan dana ke negara maju, memicu capital outflow di emerging market," ucapnya. 

"Selain itu, penyempitan likuiditas karena bank dalam posisi mengejar pertumbuhan kredit yang tinggi pasca-pandemi melandai tapi terhalang oleh kenaikan tingkat suku bunga," sambungnya. 

Menurutnya, perebutan dana antara pemerintah dan bank dalam menjaga tingkat pembiayaan defisit anggaran akan membuat dana deposan domestik berpindah ke surat berharga negara.

Baca juga: Kurs Rupiah Masih Melemah di Atas Rp 14.800, Tertekan Sentimen Kenaikan Suku Bunga The Fed

"Crowding out sangat membahayakan kondisi likuiditas di sektor keuangan," paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas