Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Rupiah Nyaris Sentuh Rp 15.000 Per Dolar AS, CORE Paparkan Dampaknya Terhadap Indonesia

Kalau terus melemah, ucap Piter, misal karena BI tidak menaikkan suku bunga, ekspektasi pelaku pasar akan negatif bahwa rupiah akan terus melemah

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Rupiah Nyaris Sentuh Rp 15.000 Per Dolar AS, CORE Paparkan Dampaknya Terhadap Indonesia
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi Rupiah. Pelemahan rupiah yang terlalu besar selanjutnya akan berdampak kepada stabilitas sektor keuangan, dan juga berdampak kepada inflasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah memaparkan dampak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah hingga nyaris menyentuh Rp 15.000.

Melansir data Bloomberg (pada pukul 09.09 WIB), rupiah terpantau berada di level Rp 14.835 per dolar AS. Piter menerangkan saat ini pasar masih menunggu respon kebijakan Bank Indonesia (BI) terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang naik 75 bps Minggu lalu. 

"Harapan pasar BI akan mengikuti kenaikan itu dengan menaikkan BI7DRR. Walaupun mungkin tidak sebesar 75 bps tetapi memberikan sinyal bahwa BI akan mengikuti kenaikan suku bunga global akan spread suku bunga domestik dengan suku bunga international tidak semakin menyempit," ujar Piter saat dihubungi, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Rabu Pagi, Rupiah Terpantau Melemah Terhadap Dolar AS, Kini di Level Rp 14.835

Kalau terus melemah, ucap Piter, misal karena BI tidak menaikkan suku bunga, ekspektasi pelaku pasar akan negatif bahwa rupiah akan terus melemah. 

"Hal ini berpotensi memunculkan perilaku spekulatif seperti memborong dollar, yang kemudian justru semakin memperlemah rupiah. Rupiah bisa menjadi liar," kata Piter.

Ketika itu terjadi, menurut Piter, upaya BI menstabilkan rupiah akan lebih sulit dan biayanya besar. Pelemahan rupiah yang terlalu besar selanjutnya akan berdampak kepada stabilitas sektor keuangan, dan juga berdampak kepada inflasi.

Baca juga: Dolar AS Kian Perkasa, Pelemahan Rupiah Semakin Dalam Hingga Rp 14.830.

Rekomendasi Untuk Anda

"Yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap upaya pemulihan ekonomi," kata Piter.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas