Tribun Bisnis

Menperin Buka Celah Ekspor Produk Komponen Kendaraan ke Jepang

Hal ini direalisasikan melalui penyelenggaraan "Indonesia-Japan Autoparts Business Forum" dalam rangkaian kunjungan kerja Menperin ke Jepang.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Menperin Buka Celah Ekspor Produk Komponen Kendaraan ke Jepang
Kementerian Perindustrian
Kementerian Perindustrian memfasilitasi kerja sama antara pelaku industri otomotif Indonesia dan Jepang untuk bersama menciptakan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar global saat ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM - Industri otomotif Indonesia yang didalamnya didukung oleh Industri Kecil Menengah (IKM) untuk menyuplai komponen atau suku cadang, terus bergeliat dan memerlukan pasar baru.

Dari sekitar 30.000 jenis suku cadang atau parts untuk mobil, sebesar 15 persen atau 4.500 jenis komponen berpeluang dipasok dari IKM.

Namun, saat ini baru sekitar 900-an jenis komponen yang sudah dipasok IKM. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan persentasenya, seperti melalui forum bisnis atau business matching dengan harapan untuk lebih mengenalkan kemampuan IKM komponen otomotif.

Baca juga: Cara Merawat Rem Tromol Sepeda Motor, Komponen Penting Tapi Kerap Diabaikan

Kementerian Perindustrian memfasilitasi kerja sama antara pelaku industri otomotif Indonesia dan Jepang untuk bersama menciptakan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar global saat ini.

Hal ini direalisasikan melalui penyelenggaraan "Indonesia-Japan Autoparts Business Forum" dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Perindustrian ke Jepang.

"Merupakan suatu kebanggaan untuk melihat begitu banyak perusahaan dari Indonesia dan Jepang yang mengikuti acara ini, menandakan ketertarikan yang besar untuk mengambil peluang yang ada. Tentunya diharapkan dapat membawa dampak yang luas bagi perekonomian," tutur Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di acara tersebut yang berlangsung di Nagoya, Jepang, Senin (27/6/2022).

Pada forum tersebut, Menperin mengemukakan, industri alat angkutan mengalami kinerja gemilang pada triwulan I tahun 2022 dengan mampu tumbuh dua digit, yakni 14,2 persen. Capaian ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen.

"Sebagai kontributor utama PDB industri alat angkutan, di Indonesia saat ini telah terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat, dengan kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per-tahun," jelasnya.

Pemerintah bertekad mempromosikan IKM komponen otomotif dan menjadikannya prioritas strategis dalam rantai pasokan otomotif global.

Baca juga: Astra Komponen Gandeng Transmart untuk Pasarkan Produk

"Kualitas produk IKM di Indonesia, khususnya otomotif, tidak perlu diragukan. Produk-produk IKM telah memperoleh sertifikat seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 18001 dan lainnya," ungkap Menperin.

Industri otomotif di Indonesia sendiri telah menyerap tenaga kerja langsung hingga 38.000 orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai sektor tersebut, termasuk Industri Kecil Dan Menengah (IKM).

"Di samping itu, pangsa pasar ekspor produk otomotif untuk kendaraan roda empat atau lebih termasuk komponen telah mencapai lebih dari 80 negara dengan kinerja pada periode Januari-Mei 2022 tercatat sebanyak 158.000 unit kendaraan CBU, 40.000 set CKD dan 50 juta pieces komponen," imbuh Agus.

Indonesia ditargetkan menjadi pemain global di sektor otomotif dan sebagai hub ekspor kendaraan bermotor untuk kendaraan berbasis bahan bakar (Internal Combustion Engine/ICE) dan kendaraan listrik (EV).

Menperin meyakini bahwa kolaborasi dan koordinasi seluruh stakeholders sangat penting, terutama dalam hal peningkatan efisiensi produksi dan daya saing produk melalui implementasi industri 4.0.

"Semoga forum bisnis ini menjadi awal dari kemitraan yang bermanfaat antara IKM dengan para pelaku industri otomotif di Jepang," kata Agus.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas