Tribun Bisnis

Hadapi Bonus Demografi, Anak Muda Perlu Dibekali Keterampilan

Indonesia diperkirakan mengalami puncak bonus demografi pada kurun 2030 hingga 2040, di mana kondisi masyarakat

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Hadapi Bonus Demografi, Anak Muda Perlu Dibekali Keterampilan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan, pandemi Covid-19 telah mempercepat perubahan termasuk digitalisasi, sehingga semua negara termasuk Indonesia perlu mengembangkan kemampuan dalam sektor digital, baik itu telekomunikasi maupun informasi teknologi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia diperkirakan mengalami puncak bonus demografi pada kurun 2030 hingga 2040, di mana kondisi masyarakat akan didominasi usia produktif.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan, pandemi Covid-19 telah mempercepat perubahan termasuk digitalisasi, sehingga semua negara termasuk Indonesia perlu mengembangkan kemampuan dalam sektor digital, baik itu telekomunikasi maupun informasi teknologi.

“Kita harus bisa mengembangkan keterampilan dari para pemuda di Indonesia supaya mereka bisa mengambil kesempatan yang ada. Jadi membuka peluang bukan hanya bagi para bisnis, tetapi juga bagi para pemuda untuk bisa berpartisipasi secara aktif dalam sektor ini,” papar Pahala dalam rangkaian kegiatan KTT Y20, yang ditulis Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Menlu RI di Y20: Anak Muda Harus Memainkan Peran untuk Perdamaian Dunia

Pahala mendorong pemuda untuk turut mengembangkan kemampuannya di sektor energi terbarukan dengan mindset yang tidak tradisional atau berorientasi masa depan.

Ia pun menilai, pengembangan kewirausahaan juga tidak kalah penting.

"Fokus indonesia tidak hanya bagaimana kita bisa mengembangkan tenaga kerja masa depan, tetapi juga para entrepreneur masa depan," kata Pahala.

Direktur Jenderal Organisasi Buruh Internasional (ILO) Guy Ryder menambahkan, semua pihak perlu memastikan anak muda memiliki akses ke pekerjaan yang layak agar bisa menangkap peluang bonus demografi.

Menurutnya, anak muda harus mendapatkan akses pada pelatihan, khususnya yang bersifat berkelanjutan.

“Ketika kita melihat bonus demografi, itu tidak selalu menjadi suatu hal yang membebani belanja. Khususnya bagi negara berkembang, ini adalah kesempatan untuk membangun perlindungan sosial yang bisa membantu masyarakat kita untuk berlayar di dunia yang menantang dan kompleks,” tutur Guy.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas