Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Spanyol Enggan Dukung Proposal Pemangkasan Impor Gas Rusia Oleh Uni Eropa

Komisi Eropa pada Rabu (20/7/2022) lalu mengusulkan target pemotongan penggunaan gas Rusia untuk semua negara anggota Uni Eropa sebesar 15 persen

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Spanyol Enggan Dukung Proposal Pemangkasan Impor Gas Rusia Oleh Uni Eropa
euronews/Christian Lue
Spanyol tidak mendukung proposal Uni Eropa untuk memangkas impor gas Rusia tanpa adanya perundingan terlebih dulu di depan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, MADRID – Spanyol dikabarkan tidak mendukung proposal Uni Eropa untuk memangkas impor gas Rusia tanpa adanya perundingan terlebih dulu di depan.

Sebelumnya, Komisi Eropa pada Rabu (20/7/2022) lalu mengusulkan target pemotongan penggunaan gas Rusia untuk semua negara anggota Uni Eropa sebesar 15 persen mulai Agustus 2022 hingga Maret 2023.

Proposal itu memungkinkan Brussels untuk membuat target dalam keadaan darurat pasokan, jika Uni Eropa menyatakan risiko substansial kekurangan gas yang parah, karena Moskow dapat membatasi pasokan lebih lanjut sebagai pembalasan atas dukungan Eropa untuk Ukraina.

Dikutip dari Reuters, Kamis (21/7/2022) peraturan tersebut membutuhkan persetujuan dari mayoritas negara-negara Uni Eropa, sebelum nantinya dapat diterapkan.

Baca juga: Macron: Prancis Telah Siap Hadapi Pemotongan Pasokan Gas Rusia

Rencananya para diplomat dari negara-negara anggota Uni Eropa akan membahasnya pada hari Jumat (21/7) dengan harapan untuk dapat menyetujui proposal tersebut pada pertemuan darurat para menteri energi pada tanggal 26 Juli.

Baca juga: Uni Eropa Berlomba Pangkas Gas Rusia di Tengah Berkurangnya Pasokan

"Saya sangat menyesal untuk mengatakan bahwa Spanyol tidak mendukung proposal ini," kata Teresa Ribera. Menteri Energi Spanyol dalam pertemuan di Madrid.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami menganggap itu diusulkan tanpa orientasi sebelumnya, tanpa debat umum di Dewan Eropa, bahkan ketika konsekuensi ekonomi sangat penting. Mereka tidak dapat menuntut pengorbanan yang bahkan belum mereka tanyakan kepada kami sebelumnya." pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas