Tribun Bisnis

Resmi Melantai di BEI, Perusahaan Perdagangan Bahan Kimia Kantongi Dana Rp 31,5 Miliar

Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memperoleh dana segar senilai Rp 31,5 miliar.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
zoom-in Resmi Melantai di BEI, Perusahaan Perdagangan Bahan Kimia Kantongi Dana Rp 31,5 Miliar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.saat penawaran umum perdana saham (initial public offrering/IPO), saham perseroan mendapat respon positif dari berbagai investor 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES) telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan memperoleh dana segar senilai Rp 31,5 miliar.

Direktur Utama KKES Rusmin Sadrach mengatakan, saat penawaran umum perdana saham (initial public offrering/IPO), saham perseroan mendapat respon positif dari berbagai investor hingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscription) sekitar 30,45 kali.

Ia menjelaskan, dana yang diperoleh dari IPO tersebut sebanyak 95 persen akan digunakan sebagai modal kerja untuk kegiatan operasional dan pengembangan bisnis perseroan.

Baca juga: Melantai di Bursa Efek Indonesia, Emiten Distributor Bahan Kimia KKES Dapat Respons Positif Investor

"30 persen untuk biaya operasional dan 65 persen untuk pembelian barang dagangan dan pelunasan utang usaha kepada pemasok," kata Rusmin dalam keterangannya, Senin (8/8/2022).

Sisanya, sebesar 5 persen akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi dan teknologi Perseroan termasuk digitalisasi IT untuk sales, delivery, inventory dan logistic.

Baca juga: Emiten PYFA Akuisisi Ethica Industri Farmasi Rp 163,45 Miliar.

Dalam pelaksanaan IPO, perusahaan yang bergerak di bidang usaha perdagangan besar bahan dan barang kimia tersebut melepas 300 juta saham baru dengan harga Rp 105 per saham.

Diketahui, perkembangan industri manufaktur terus menunjukkan perbaikan dan telah memberikan peluang bagi kegiatan usaha yang bergerak di bidang subsektor manufaktur dan berbagai penunjangnya.

Data Kemenperin triwulan I 2022, industri manufaktur pengolahan nonmigas tumbuh 5,47 persen lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama yaitu 5,01 persen.

Kemenperin juga mencatat industri kimia, farmasi, dan obat tradisional menjadi salah satu dari dua kontributor teratas sektor manufaktur setelah industri makanan dan minuman.

PT Kusuma Kemindo Sentosa merupakan anak perusahaan dari PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) dengan kepemilikan 51 persen.

Sehingga setelah go publik saham perusahaan CSAP akan berkurang menjadi 40,80 persen. Demikian juga kepemilikan dari pemegang saham lain juga berkurang.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas