Senin Pagi, Rupiah Bertahan Terhadap Dolar AS, Masih di Level Rp14.894
Di sisi lain pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2022 yang di atas ekspektasi bisa membantu menahan pelemahan rupiah.
Penulis:
Bambang Ismoyo
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bertahan pada Senin pagi (8/8/2022). Mengutip data Bloomberg sekitar pukul 09.03 WIB, rupiah masih berada di level Rp14.894.
Pengamat Pasar Keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara lain pada Senin (8/8/2022) masih akan terus berfluktuasi seiring adanya berbagai faktor.
Menurutnya, rilis data tenaga kerja AS yang solid bisa menjadi sentimen negatif untuk rupiah di awal pekan.
Baca juga: Senin Besok Rupiah Berpotensi Melemah ke Level Rp 14.980
Di mana, data menunjukkan jumlah orang yang dipekerjakan di bulan Juli lebih tinggi dari bulan sebelumnya, serta tingkat pengangguran juga menunjukan penurunan dari 3,6 persen di bulan sebelumnya menjadi 3,5 persen.
Tingkat upah per jam juga mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kondisi tenaga kerja AS yang solid ini membalikan ekspektasi resesi di AS dan memberikan ruang bagi Bank Sentral AS untuk lebih agresif menaikan suku bunga acuannya untuk menurunkan inflasi AS yang masih meninggi,” ucap Ariston kepada Tribunnews, Minggu (7/8/2022).
“Ekspektasi tersebut bisa mendorong penguatan dolar AS di awal pekan terhadap nilai tukar lainnya termasuk rupiah,” sambungnya.
Baca juga: Jelang Akhir Pekan Rupiah Tercatat Menguat Terhadap Dolar AS, Naik ke Level Rp 14.894
Namun, lanjut Ariston, di sisi lain pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2022 yang di atas ekspektasi bisa membantu menahan pelemahan rupiah.
Sehingga dengan demikian, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di rentang Rp14.980 hingga Rp14.900.
“Perkiraan atau potensi pelemahan ke arah Rp14.980, dengan support di kisaran Rp14.900,” pungkas Ariston.