Tribun Bisnis

Turki Tingkatkan Impor Minyak Rusia Jadi 200.000 Barel Per Hari  

Turki meningkatkan impor minyak Rusia, termasuk jenis minyak Ural dan Siberian Light, menjadi 200.000 barel per hari sepanjang tahun ini

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Turki Tingkatkan Impor Minyak Rusia Jadi 200.000 Barel Per Hari  
Natalia KOLESNIKOVA / AFP
Pemandangan menunjukkan kilang minyak Moskow milik produsen minyak Rusia Gazprom Neft di pinggiran tenggara Moskow pada 28 April 2022. Turki meningkatkan impor minyak Rusia, termasuk jenis minyak Ural dan Siberian Light, menjadi 200.000 barel per hari sepanjang tahun ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
 
TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Menurut data dari alat analisis pasar keuangan Refinitiv Eikon yang diterbitkan hari ini, Senin (22/8/2022), menunjukkan tahun ini Turki telah meningkatkan impor minyak dari Rusia.

Melansir dari Reuters, Turki meningkatkan impor minyak Rusia, termasuk jenis minyak Ural dan Siberian Light, menjadi 200.000 barel per hari sepanjang tahun ini.

Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2021, Ankara mengimpor minyak Rusia sebanyak 98.000 barel per hari.

Baca juga: Soal Impor Minyak dari Rusia, Sandiaga Uno: Biarin Aja Diembargo AS Paling Tidak Makan McD

Moskow dan Ankara bersiap untuk mengadakan kerja sama bisnis yang lebih luas terutama pada perdagangan energi.

Perdagangan antara Turki dan Rusia telah berkembang pesat sejak musim semi tahun ini. Hal tersebut terjadi karena perusahaan-perusahaan Turki tidak dilarang untuk berurusan dengan Rusia.

Sementara banyak perusahaan Barat telah menghentikan operasi bisnisnya, menyusul invasi Moskow ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Turki sendiri tidak menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas invasinya ke Ukraina, dengan mengatakan pihaknya masih bergantung pada energi Moskow.

Pemimpin Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Tayyip Erdogan mengadakan pertemuan pada awal bulan ini dan sepakat untuk meningkatkan kerja sama bisnis.

Data dari Refinitiv Eikon juga menunjukkan, penyulingan utama Turki, Tupras dan penyulingan STAR SOCAR Azerbaijan tahun ini secara signifikan telah meningkatkan pasokan minyak Ural Rusia dan Siberian Light. Namun Turki telah mengurangi pembelian minyak dari Norwegia, Irak dan Afrika Barat.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Mengalami Tekanan, Sepekan Anjlok 1,5 Persen di Tengah Ancaman Resesi

Selama beberapa tahun terakhir, kilang minyak STAR SOCAR Azerbaijan meningkatkan pembelian pasokan dari ladang minyak Johan Sverdrup Norwegia dan minyak Iran yang kualitasnya mendekati Ural, saat harga minyak Rusia melonjak tajam.

Tahun ini, harga minyak Rusia terjun ke rekor terendah dalam sejarah terhadap minyak mentah berjangka Brent. Sedangkan harga minyak dari Iran dan Norwegia telah meningkat.

Menurut data Refinitiv Eikon, kilang STAR SOCAR diperkirakan membeli sekitar 90.000 barel per hari minyak Rusia selama bulan Januari hingga Agustus tahun ini. Pada periode yang sama di tahun 2021, kilang minyak ini membeli 48.000 barel per hari.

Kilang minyak Tupras, membeli sekitar 111.000 barel per hari minyak dari Rusia dari Januari hingga Agustus tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021 yang hanya mencapai 45.000 barel per hari.

"Pilihan untuk penyulingan Turki sudah jelas karena mereka tidak memiliki batasan pada pembelian minyak Rusia," kata seorang pedagang di pasar minyak Mediterania, yang meminta agar identitasnya tidak diungkapkan.

Baca juga: Dalam Sebulan Ekspor 7,15 Juta Ton Minyak Mentah, Rusia Jadi Pemasok Energi Utama Bagi China

Pedagang ini menambahkan, margin penyulingan minyak Ural yang baik akan mendorong keuntungan penyulingan minyak Turki.

Sementara itu, Kementerian Energi Turki, Tupras dan STAR SOCAR belum menanggapi permintaan komentar.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas