Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

LPEI Dorong Pelaku UMKM Dapat Bersaing di Pasar Global

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Gerald S Grisanto mengatakan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas UMKM menembus pasar ekspor

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in LPEI Dorong Pelaku UMKM Dapat Bersaing di Pasar Global
ist
Kepala Divisi Jasa Konsultasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Gerald S. Grisanto menyebut LPEI tingkatkan kapasitas UMKM menembus pasar ekspor dengan layanan satu pintu mulai dari pelatihan, pendampingan, pembiayaan dan asuransi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah didorong dapat bersaing di pasar global dengan membuat produk yang berkualitas dan bernilai.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Gerald S Grisanto mengatakan, LPEI berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas UMKM menembus pasar ekspor dengan layanan satu pintu mulai dari pelatihan, pendampingan, pembiayaan dan asuransi. 

"Dengan seluruh layanan tersebut diharapkan para pelaku UMKM nasional bisa bersaing di pasar global,” ujar Gerald dalam keterangannya, Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Pelaku UMKM Perlu Ubah Mindset agar Kompetitif di Pasar Global

LPEI menjalankan mandat dari UU No. 2 tahun 2009 yang merupakan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk mendukung program ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi ekspor dan jasa konsultasi. 

LPEI juga turut serta dalam mendukung upaya Pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional melalui layanan finansial dan non finansial kepada pelaku UMKM berorientasi ekspor. 

Tahun 2022, total UMKM yang telah mendapatkan penyaluran pembiayaan dari LPEI mencapai 224 pelaku usaha hingga Agustus.

Rekomendasi Untuk Anda

Langkah LPEI juga mempermudah UMKM memperluas pasar ekspor melalui kegiatan business matching sebanyak 5 (lima) kali berkolaborasi dengan FTA Center – Export Center kementerian perdagangan di Canberra, Australia – Jeddah, Arab Saudi – Lagos, Nigeria, Busan – Korea Selatan, dan London – Inggris.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total ekspor Indonesia sepanjang 2021 mencapai 231,6 miliar dolar AS , naik 41,92 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020 sebesar 163,2 miliar dolar AS. 

Sementara itu, secara kumulatif Januari-Juli 2022, total ekspor Indonesia berhasil menembus 166,7 miliar dolar AS atau tumbuh 36,3 persen secara year on year.

Baca juga: Kemenkop UKM-Dekranas Latih 900 Ribu UMKM untuk Tembus Pasar Ekspor

Tiga provinsi yang memberikan sumbangan terbesar terhadap ekspor nasional pada Januari-Juli 2022 adalah Jawa Barat (22,53 miliar dolar AS atau setara 13,52 persen), Kalimantan Timur (19,67 miliar dolar AS atau setara 11,80 persen) dan Jawa Timur (14,86 miliar dolar AS atau setara 8,92 persen). 

Komoditas utama yang paling banyak diekspor Kalimantan Timur selama Januari-Juli 2022 adalah bahan bakar mineral, diikuti oleh lemak dan minyak hewan/nabati, pupuk, bahan kimia anorganik serta aneka produk kimia. 

Dari sisi negara tujuan utama, ekspor nonmigas Kalimantan Timur selama Januari-Juli 2022 sebagian besar ditujukan ke Tiongkok, India, Filipina, Jepang dan Malaysia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas