Tribun Bisnis

BBM Bersubsidi

Partai Buruh: Inflasi Sektor Makanan akan Tembus 15 Persen Gara-gara Kenaikan Harga BBM

Presiden Partai Buruh Said Iqbal menegaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi melemahkan daya beli masyarakat, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawa

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Partai Buruh: Inflasi Sektor Makanan akan Tembus 15 Persen Gara-gara Kenaikan Harga BBM
YouTube Kompas TV
Presiden Partai Buruh Said Iqbal bergabung dalam aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2022). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Partai Buruh Said Iqbal memperingatkan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan memicu lonjakan inflasi hingga 15 persen lebih yang dikontribusi dari naiknya harga-harga komoditi pangan.

Said Iqbal menegaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi melemahkan daya beli masyarakat, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.

Menurut dia, dampak yang akan terjadi adalah timbulnya inflasi atau kenaikan harga pada komoditas pangan yang bakal berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Litbang dari Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) angka inflasi untuk sektor makanan itu diyakini akan tembus hingga 15 persen.

"Litbangnya Partai Buruh dan KSPI mencatat tembus inflansi makanan itu bisa mencapai 15 persen lebih, jadi yang dibilang inflasi 7 persen itu secara umum (dilihat dari seluruh sektor, red)," kata Iqbal saat konferensi pers secara daring, Jumat (9/9/2022).

Iqbal menuturkan, akan ada beberapa bahan pokok yang terpengaruh harganya atas kenaikan harga BBM ini.

Sebagian besar dari sektor itu merupakan bahan yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah.

Bahkan jika tidak dapat dikendalikan, bukan tidak mungkin harga beras juga nantinya akan naik.

Baca juga: Pemerintah Diminta Mitigasi Inflasi karena Naiknya Harga Pangan

"Ini dikonsumsi oleh kelas menengah ke bawah itu tembus lebih dari 15 persen harga barang akan naik, telur, cabai, bawang kemungkinan beras kalau tidak bisa dikendalikan," kata dia.

Atas hal itu, dalam tuntutan yang disampaikan pihaknya, mereka meminta kepada pemerintah untuk menurunkan kembali harga BBM bersubsidi.

Baca juga: Waspadai Lonjakan Inflasi Pasca Naiknya Harga BBM

Serta, mendesak pemerintah untuk menaikan upah minimum bagi buruh untuk tahun 2023 sebesar 10-13 persen, agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

"Kedua, daya belinya ditingkatkan dengan ditingkatkan upah," tukas dia.

Sebelumnya, Said Iqbal menegaskan penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut Said Iqbal, subsidi terhadap BBM harus tetap diberikan oleh Pemerintah.

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas