Tribun Bisnis

Dorong Dekarbonisasi, Ini Tiga Strategi Transisi Energi PHE

Tiga strategi transisi energi disiapkan PHE  demi menyokong target karbon netral pada 2060.

Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Dorong Dekarbonisasi, Ini Tiga Strategi Transisi Energi PHE
Doc. Pertamina
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyiapkan tiga strategi transisi energi demi menyokong target karbon netral pada 2060. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia dalam pengurangan emisi karbon pada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di dalam maupun di luar negeri. 

Tiga strategi transisi energi disiapkan PHE  demi menyokong target karbon netral pada 2060.

Pertama, mendorong pengembangan gas yang lebih rendah emisi. Kedua, menjalankan program dekarbonisasi dengan menekan konsumsi energi melalui penggunaan pembangkit listrik rendah karbon

Ketiga, melakukan monetisasi potensi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

Direktur Utama PHE Budiman Parhusip, mengungkapkan permintaan energi termasuk migas terus meningkat rata-rata peningkatannya mencapai 2,1 persen per tahun.

Gas akan memainkan peran penting dalam periode transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). PHE mempunyai beberapa proyek gas, antara lain proyek Jambaran Tiung Biru (JTB), proyek di Mahakam, Sanga Sanga, dan area lain di Indonesia.

“Sebagai komitmen pada energi hijau, kami telah mengembangkan  solar panel berkapasitas 25 MW di Blok Rokan. Penggunaan solar panel dalam kegiatan operasi di Blok Rokan adalah implementasi kami pada low carbon power,” ujar Budiman saat berbicara pada The 46th IPA Convention and Exhibition 2022 dengan tema “The Role and Commercialization of CCS/CCUS in Meeting Indonesia’s Net Zero Target” di Jakarta Convention Center, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Kencana Energi Bakal Garap Proyek Energi Baru Terbarukan di Filipina

Tampil juga sebagai pembicara pada sesi tersebut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji;  Tracy Lothian, Vice President, Asia Pacific, Low Carbon Solutions, ExxonMobil; dan Vice President  of Japan External Trade Organization (JETRO)  Matsuda Akihisa.

Budiman mengatakan sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Peningkatan produksi migas menjadi prioritas perusahaan. Ini tentu menyebabkan peningkatan emisi yang dihasilkan dari kegiatan eksplorasi dan produksi migas.

Baca juga: ESDM: Inovasi Jadi Kunci Percepat Transisi Energi ke EBT

“Untuk itu langkah nyata diperlukan untuk menekan emisi tersebut. Salah satunya adalah dengan implementasi CCS/CCUS,” katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas