Tribun Bisnis

Mahasiswa Diajak Mampu Ciptakan Inovasi Terbaru dan Temukan Solusi Energi Baru Terbarukan

Krisis iklim yang terjadi di dunia belakangan ini, menjadi perhatian yang cukup serius bagi siapapun.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Seno Tri Sulistiyono
zoom-in Mahasiswa Diajak Mampu Ciptakan Inovasi Terbaru dan Temukan Solusi Energi Baru Terbarukan
HO
Dean Faculty of Business and Communication - MBA at Swiss German University, Yosman Bustaman di sela-sela penyelenggaraan ICONETSI yang dilakukan secara daring belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pentingnya transisi energi dari fosil ke energi yang terbarukan menjadi salah satu pokok bahasan ajang International Conference on Engineering and Information Technology for Sustainable Industry (ICONETSI) 2022 yang diadakan Swiss German University belum lama ini.

Apalagi isu ini dikaitkan dengan krisis iklim yang terjadi di dunia belakangan ini, menjadi perhatian yang cukup serius bagi siapapun, baik pemangku kepentingan maupun masyarakat umum.

"Melihat fakta ini selayaknya siapapun memiliki pemahaman terkait transisi energi, apalagi di kalangan mahasiswa," kata Evita di sela-sela penyelenggaraan ICONETSI yang dilakukan secara daring belum lama ini.

Baca juga: Peringati Hari Ozon Sedunia, BMI Ajak Lakukan Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim

ICONETSI tahun ini dilaksanakan secara dengan tema Innovation and Technology for Resilient and Sustainable Industry dengan sub-topik utama yaitu Sustainable Energy and Environment, Production and Operation Management, Logistics and Supply Chain, Ergonomic and Human Factors, Automation, Mechatronics and Robotics, Cyber Security and AI, and Software Engineering.

Untuk itu, kata dia sangat penting bagi anak muda saat ini harus mempersiapkan diri menjadi tenaga ahli di bidang energi karena tidak ada negara yang tidak butuh energi dan anak-anak muda yang akan menghadirkan atau menggantikan energi baru dan terbarukan.

Dean Faculty of Business and Communication - MBA at Swiss German University, Yosman Bustaman mengajak mahasiswa berkontribusi menciptakan inovasi terbaru khususnya mencari solusi energi baru terbarukan.

Salah satunya dilakukan dengan cara melakukan berbagai penelitian.

"Penelitian selalu memainkan peran yang sangat vital untuk turut berkontribusi terhadap pengetahuan dan pengembangan prospek di masyarakat, terutama di masa kritis seperti pascapandemi yang kita alami saat ini," katanya.

ICONETSI 2022 merupakan event kedua yang diadakan sebagai wadah bertemunya insinyur, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa; baik dari universitas maupun industri dari berbagai negara untuk melakukan pertukaran pengetahuan tentang kegiatan penelitian dan pengembangan.

Event hadir Menteri Komunikasi & Informatika Johny G. Plate, R. Herdian (Deputi Utilisasi Riset dan Inovasi, BRIN), Nuki Agya Utama dan Prof. Wasseem Heider yang memberikan pemaparannya pada sesi Plenary.

Baca juga: Kementan dan Bank Dunia Bersinergi Bangun Pertanian Berketahanan Iklim

Pada sesi parallel, hadir profesor dan praktisi dari berbagai latar belakang keilmuan seperti Prof. Dominik Aufderheide dari FH Soest-Jerman, dan lainnya.

Tahun ini terdapat 84 makalah yang diserahkan berasal dari Jepang, Taiwan, Peru, Perancis, Arab Saudi, dan Indonesia, dan hanya 68 makalah yang diterima dan berhak dipublikasikan di ACM-ICPS.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas