Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

IMF Pertimbangkan Bantuan Dana Darurat Tambahan untuk Ukraina

Dana Moneter Internasional (IMF) akan mempertimbangkan permintaan pinjaman Ukraina untuk dana darurat sebesar 1,3 miliar dolar AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Mikael Dafit Adi Prasetyo
Editor: Choirul Arifin
zoom-in IMF Pertimbangkan Bantuan Dana Darurat Tambahan untuk Ukraina
Ukrinform
Pejabat IMF untuk Eropa Alfred Kammer. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Dewan Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) akan mempertimbangkan permintaan pinjaman Ukraina untuk dana darurat sebesar 1,3 miliar dolar AS.

Dikutip dari Aljazeera, Selasa (4/10/2022) Staf IMF telah menyiapkan dokumen yang diperlukan dan percaya Ukraina telah menerima jaminan keuangan yang cukup dari mitra globalnya untuk memenuhi persyaratan keberlanjutan utang IMF dan memenuhi syarat untuk dana darurat lebih lanjut.

Pejabat IMF untuk Eropa Alfred Kammer pada pekan lalu mengatakan bahwa Ukraina dapat menerima tambahan 1,3 miliar dolar AS untuk pembiayaan darurat.

Beberapa waktu lalu, Ukraina telah mengatakan bahwa mereka membutuhkan 5 miliar dolar AS per bulan dalam pembiayaan eksternal untuk menjaga kelangsungan perekonomiannya.

Jika disetujui, dana tersebut akan berasal dari program pinjaman darurat baru untuk mengatasi kekurangan pangan global.

Sebelumnya, pejabat IMF memuji pemerintah Ukraina dan bank sentralnya atas manajemen mereka terhadap guncangan ekonomi yang disebabkan oleh invasi Rusia ke negara itu pada Februari.

Baca juga: Ukraina Tegur Uni Eropa Gara-gara Tunda Pemberian Bantuan

Rekomendasi Untuk Anda

IMF telah memberikan 1,4 miliar dolar AS dalam bentuk bantuan darurat ke Ukraina pada bulan Maret lalu, tak lama setelah perang dimulai.

Baca juga: Rubel akan Jadi Mata Uang Resmi di Bekas Wilayah Ukraina

“Dengan adanya kombinasi antara perubahan iklim, pandemi, serta konflik antara Rusia dan Ukraina, membuat terganggunya produksi dan distribusi pangan, sehingga berpengaruh terhadap kenaikan harga pangan,” kata Kristalina Georgieva, direktur pelaksana IMF.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas