Tribun Bisnis

Kebutuhannya Tembus 22 Miliar Dolar AS, Indonesia Pasar Potensial untuk Komoditi Beras

Startup rantai pasok kebutuhan barang pokok Jaring Pangan Indonesia (JaPang) yang memperoleh pendanaan pre-Series A dari Gayo Capital.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Kebutuhannya Tembus 22 Miliar Dolar AS, Indonesia Pasar Potensial untuk Komoditi Beras
Tribun Jabar/GANI KURNIAWAN
Pengunjung berbelanja daging ayam di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/4/2022). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konsumsi beras di Tanah Air pada 2020 mencapai 22 miliar dolar AS dan daging ayam sebesar 6,3 miliar dolar AS. Hal ini menjadikan Indonesia pasar potensial bagi pelaku usaha untuk menggarap dua komoditas tersebut. 

Satu di antara pelaku usaha yang masuk yaitu startup rantai pasokan komoditas, Jaring Pangan Indonesia (JaPang) yang memperoleh pendanaan pre-Series A dari Gayo Capital, untuk mengembangkan model bisnis baru berbasiskan Sustainable Web3. 

Tjong Benny selaku CEO JaPang mengatakan, JaPang memilih produk beras dan daging ayam untuk pasar B2B dan B2B2C, ditambah dengan produk-produk pendukung lainnya yang memiliki potensi yang juga sama. 

“Pada awal berdirinya JaPang fokus pada produksi dan pendistribusian produk bahan pokok makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan kemudian memperkuat bisnis kami dengan digitalisasi rantai pasok bahan pokok makanan ke pasar B2B dan B2B2C," kata Tjong Benny yang ditulis Kamis (6/10/2022). 

Edison Tobing selaku Chairman JaPang menjelaskan, untuk memperkuat pertumbuhan bisnis JaPang, JaPang telah menunjuk serial-investor & tech-veteran Ishara Yusdian dari Gayo Capital sebagai penasihat bisnis. 

“Dengan latar belakang Ishara yang lebih dari satu dekade sebagai venture builder di pasar Australia, Selandia Baru, Amerika Utara, dan negara-negara di Asia Tenggara, Ishara akan membantu kami dalam memperkuat model bisnis dan operasional JaPang, sehingga siap memasuki perjalanan Sustainable Web3," jelas Edison. 

Baca juga: Cukupi Kebutuhan Pangan, Warga Lahat Masih Bertopang pada Sawah

Seiring dengan perjalanan Web3, di mana digital atau aset kripto semakin diterima masyarakat, JaPang telah menetapkan beberapa rencana strategis untuk menjadikan transaksi bisnisnya dengan para pelanggan B2B, dan Jawara sebagai smart contract untuk penerbitan token komoditas dan koin JaPang. 

Baca juga: BGR Logistics Penuhi Kebutuhan Pangan Melalui WP Grosir

Ivan Arie Sustiawan selaku Executive Committee menyampaikan, penerbitan token komoditas dan koin JaPang merupakan aksi korporasi yang besar, dan perusahaan percaya bahwa ini adalah strategi yang tepat untuk masa depan JaPang.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas