Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Imbas dari Penurunan Pendapatan Sejak Awal 2022, Starry Bakal PHK Setengah Karyawannya

Starry, penyedia layanan internet yang berbasis di Amerika Serikat (AS), berencana memberhentikan setengah dari pekerjanya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Imbas dari Penurunan Pendapatan Sejak Awal 2022, Starry Bakal PHK Setengah Karyawannya
freepik
Ilustrasi karyawan terkena PHK 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, BOSTONStarry, penyedia layanan internet yang berbasis di Amerika Serikat (AS), berencana memberhentikan setengah dari pekerjanya (lebih dari 500 orang).

Dilansir dari The Verge, Jumat (21/10/2022) perusahaan juga memberi tahu investor bahwa mereka tidak dapat lagi mengandalkan ekspektasi yang ditetapkan untuk tahun ini, menyusul pendapat perusahaan yang mengalami penurunan sebesar 90 juta dolar AS sejak awal 2022.

Bahkan, CEO Starry, Chet Kanojia mengatakan bahwa perusahaan akan membekukan perekrutan dan pengeluaran yang tidak penting.

“Bagian lain dari langkah-langkah pemotongan biaya termasuk mengurangi rencana ekspansi,” kata Kanojia.

Baca juga: Pasar Komputer Lesu, Intel Corp Berencana Lakukan PHK Terhadap Ribuan Tenaga Kerjanya

Sementara itu, Kanojia menambahkan bahwa Starry akan tetap memberikan layanan terbaik kepada pelanggannya, meskipun perusahaan tengah dihadapkan pada situasi sulit.

Sejak diluncurkan pada 2016, Starry telah menyediakan layanan internet gigabit menggunakan jaringan nirkabel.

Rekomendasi Untuk Anda

Perusahaan bekerja dengan menggunakan antena besar dengan mengirimkan data ke antena lain yang lebih kecil yang tersebar di seluruh kota, kemudian data akan terhubung ke router yang lebih tradisional.

Di sisi lain, perusahaan juga telah go public pada awal tahun ini melalui SPAC dengan mengumpulkan dana sekitar 176 juta dolar AS.

Starry bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawannya. Sebelumnya, beberapa perusahaan besar seperti Ford, Snap, Crypto.com, Tesla, Wayfair, dan Warner Bros juga telah merumahkan ratusan bahkan ribuan pekerjanya.

Sumber: Majalah Sekar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas