Tribun Bisnis

Industri Makanan dan Minuman Mampu Tumbuh 3,57 Persen di Tengah Ketidakpastian Global

Kinerja ekspor industri makanan dan minuman pada periode Januari sampai September 2022 mencapai 36 miliar dolar Amerika Serikat

Penulis: Nitis Hawaroh
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Industri Makanan dan Minuman Mampu Tumbuh 3,57 Persen di Tengah Ketidakpastian Global
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Ilustrasi industri makanan. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan, industri makanan dan minuman (mamin) mengalami pertumbuhan di triwulan III 2022 mencapai 3,57 persen. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengatakan, industri makanan dan minuman (mamin) mengalami pertumbuhan di triwulan III 2022 mencapai 3,57 persen.

Kata Putu, jumlah tersebut lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat 3,49 persen. Subsektor industri makanan dan minuman masih mampu tumbuh dan berkontribusi pada pertumbuhan industri nonmigas yang mencapai 4,88 persen.

"Pada periode yang sama, industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 37,82 persen terhadap PDB industri pengolahan non-migas, sehingga menjadikannya sebagai subsektor dengan kontribusi PDB terbesar," kata Putu dalam keterangannya, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: Inflasi Bahan Makanan Inggris pada Oktober Tembus 14,7 Persen

Putu menjelaskan, kinerja ekspor industri makanan dan minuman pada periode Januari sampai September 2022 mencapai 36 miliar dolar Amerika Serikat. Jumlah itu termasuk ekspor minyak kelapa sawit.

Sedangkan impor produk makanan dan minuman pada periode yang sama sebesar 12,77 miliar dolar Amerika Serikat.

"Hal ini menghasilkan neraca perdagangan industri makanan dan minuman yang menunjukkan nilai positif," tuturnya.

Lebih lanjut, Putu turut menyampaikan apresiasi pemerintah kepada pelaku industri mamin di Indonesia atas pertumbuhan di tengah ketidakpastian global. 

"Pemerintah terus mendukung upaya-upaya yang dilakukan stakeholders terkait industri mamin untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas pasarnya," sebutnya.

Untuk diketahui, Dirjen Industri Agro membuka Pameran SIAL Interfood ke-22 yang berlangsung di Jakarta Expo Center pada 9 November hingga 12 November 2022. 

Baca juga: Kemenperin: Tahun Ini Rokok Elektrik Ditargetkan Bisa Menyumbang Cukai hingga Rp 1 Triliun

Penyelenggaraan pameran ini menunjukkan besarnya animo pelaku industri mamin untuk terus memperluas pasarnya di dalam dan luar negeri.

Hal ini dapat dilihat dari jumlah perusahaan partisipan Pameran SIAL Interfood 2022 yang mencapai lebih dari 750 perusahaan dari 20 negara.

Dalam pameran tersebut, Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin turut berpartisipasi dengan mendirikan Cocoa Pavilion seluas 54 m2 yang diisi oleh 10 pelaku usaha industri pengolahan kakao dan cokelat. 

Partisipasi ini dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Kakao Indonesia (HKI) “Cokelatku, Budayaku, Indonesiaku”. Pada tahun 2022, peringatan HKI mengangkat tema “Menuju Indonesia Sebagai Produsen & Konsumen Kakao Berkelanjutan”.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas