Tribun Bisnis

Virus Corona

PT JBio dan Kemenkes Teken Hibah 200 000 Dosis Vaksin Zifivax

Sebelumnya Vaksin Zifivax telah digunakan untuk 4.101 warga Indonesia dalam uji klinis fase III yang dilakukan di Jakarta dan Bandung.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in PT JBio dan Kemenkes Teken Hibah 200 000 Dosis Vaksin Zifivax
istimewa
Penandantanganan serah terima hibah sekaligus perintah distribusi vaksin Zifivax ke beberapa daerah di Indonesia tersebut dilakukan Direktur Utama PT Jakarta Biopharmaceutical Industry Drs. Mahendra Suhardono, Apt., MM dengan Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan di Kantor Kemenkes RI dihadiri Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian, Dina Sintia Pamela, S.Si, Apt, M.Farm bersama jajaran. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Jakarta Biopharmaceutical Industry (JBio) bekerja sama dengan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd. melakukan penandatanganan serah terima hibah 200 000 dosis vaksin Zifivax dengan Kementerian Kesehatan RI, Kamis (10/11/2022).

Penandantanganan serah terima hibah sekaligus perintah distribusi vaksin Zifivax ke beberapa daerah di Indonesia tersebut dilakukan Direktur Utama PT Jakarta Biopharmaceutical Industry Drs. Mahendra Suhardono, Apt., MM dengan Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan di Kantor Kemenkes RI dihadiri Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian, Dina Sintia Pamela, S.Si, Apt, M.Farm bersama jajaran.

“Kami dari PT Jakarta Biopharmaceutical Industry (JBio) bekerja sama dengan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co., Ltd. memberikan donasi sebanyak 200.000 dosis Vaksin Zifivax sebagai bentuk upaya kami dalam membantu pemerintah Republik Indonesia dalam menangani pandemi COVID-19,” ujar Dirut Mahendra Suhardono.

Baca juga: Hoax, Gangguan Ginjal Akut Disebabkan oleh ASI Ibu yang Melakukan Vaksin Covid-19

Dia menjelaskan, Vaksin Zifivax ini dapat digunakan, baik untuk dosis primer maupun sebagai dosis booster.

“Vaksin Zifivax memiliki keunggulan antara lain memberikan tingkat perlindungan yang baik, efek samping yang ringan dan juga halal,” ujarnya.

Sebelumnya Vaksin Zifivax telah digunakan untuk 4.101 warga Indonesia dalam uji klinis fase III yang dilakukan di Jakarta dan Bandung.

Kali ini Vaksin Zifivax akan digunakan oleh sekitar 200.000 orang masyarakat sebagai vaksin booster.

Dia mengatakan, untuk bisa menghadirkan vaksin ini, pihaknya bekerja sama dengan BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

“Kami berharap dengan adanya donasi Vaksin Zifivax ini, kami dapat ikut berkontribusi dalam menyediakan vaksin yang halal dengan tingkat keamanan dan proteksi yang tinggi bagi masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Baca juga: Kemenkes Tunggu Surat Resmi Arab Saudi soal Bebas Aturan Vaksin Meningitis

Dia mengharapkan agar pemerintah bisa memprioritaskan vaksin yang telah melakukan uji klinis di Indonesia dan sudah bekerja sama dengan partner lokal dan juga halal.

Direktur Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian, Dina Sintia Pamela, S.Si, Apt, M.Farm mengatakan, pemerintah berkomitmen dalam pengadaan vaksin untuk masyarakat sehingga bisa mengakhiri pandemi sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“Terkait dengan itu, kami juga memastikan agar vaksinasi bisa dilakukan oleh masyarakat. Karena itu, kami membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak,” katanya.

Semua pihak, ujarnya, harus bersatu melawan pandemi sehingga pihaknya juga menerima bantuan dalam bentuk hibah dari beberapa negara lain. Salah satunya bantuan hibah dari PT JBio dalam bentuk Vaksin Zifivax ini.

Salah satu kelebihan dari vaksin ini, kata Dina yaitu vaksin ini sudah mendapatkan izin dari BPOM dan mengantongi sertifikasi halal.

Baca juga: BPOM Ungkap Efek Samping Vaksin Buatan Dalam Negeri Inavac, di Antaranya Nyeri lokal dan Demam

Karena itu, bantuan hibah ini merupakan sebuah suport yang besar baik untuk vaksin primer maupun vaksin booster.

Dina menambahkan, setelah persiapan rampung maka vaksin primer maupun booster tersebut sudah bisa digunakan pada bulan ini juga.

“Kami memberi apresiasi atas bantuan hibah dari PT Jbio ini dan semua pihak yang terkait dalam hibah ini. Semoga bantuan ini berguna bagi masyarakat kita,” ujarnya.

Sejauh ini pihaknya sudah mengantongi surat perintah distribusi ke 8 provinsi di Indonesia yaitu Bali, Bengkulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Sumatera Barat.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas