Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pelaku Usaha Pelayaran Hati-hati Beli Kapal Imbas Ancaman Resesi 2023

Kendati demikian, Carmelita menilai sektor pelayaran nasional tidak akan terlalu terdampak dari sentimen negatif kondisi ekonomi 2023.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Pelaku Usaha Pelayaran Hati-hati Beli Kapal Imbas Ancaman Resesi 2023
Hendra Gunawan/Tribunnews.com
Ilustrasi: Kapal barang melintasi Kepulauan Seribu menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Beberapa pelaku usaha memilih untuk menahan ekspansi pembelian kapal, karena khawatir harganya turun saat resesi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menyatakan, pelaku usaha pelayaran optimistis, meski tetap waspada menghadapi ancaman resesi global pada 2023.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto, mengatakan, beberapa pelaku usaha memilih untuk menahan ekspansi pembelian kapal, karena khawatir harganya turun saat resesi.

"Teman-teman ada yang menahan beli kapal, mestinya gitu. Tetapi, ada juga yang berani beli asal kontraknya jelas jangka panjang," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (24/11/2022).

Baca juga: INSA Beberkan Alasan Industri Maritim Minim Penerapan Teknologi

Kendati demikian, Carmelita menilai sektor pelayaran nasional tidak akan terlalu terdampak dari sentimen negatif kondisi ekonomi 2023.

Kalaupun mungkin saja terjadi penurunan kegiatan ekspor tahun depan, maka akan berdampak terhadap kegiatan kapal angkutan ekspor impor dan kapal feeder.

Sementara pada jenis kapal offshore atau lepas pantai, masih akan tetap tumbuh meski tidak akan signifikan, karena belum ada tanda-tanda peningkatan kebutuhan eksplorasi dan konstruksi di laut lepas.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, menurutnya pelayaran nasional juga lebih percaya diri dalam menghadapi sentimen global tahun depan, mengingat telah banyak mengambil pelajaran dan berhasil melewati badai pandemi Covid-19.

Namun begitu, Carmelita mewaspadai adanya kenaikan biaya perawatan kapal karena fluktuasi nilai tukar rupiah, mengingat 70 persen komponen kapal masih impor.

Carmelita Hartoto
Carmelita Hartoto (dok pribadi)

“Jadi, ancaman resesi pada 2023 mungkin akan berdampak bagi pelayaran nasional, tapi selama konsumsi domestik kita masih tumbuh, maka dampaknya tidak signifikan. Kita meski optimis, tapi harus bersikap waspada atas situasi ekonomi tahun depan,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas