Tribun Bisnis

Bangkitkan Bisnis Pasca Pandemi, Praktisi: Inovasi Perlu Dukungan Kewirausahaan yang Kuat

Namun, melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik, rasa optimis semakin besar bahwa perekonomian Indonesia tetap stabil.

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Bangkitkan Bisnis Pasca Pandemi, Praktisi: Inovasi Perlu Dukungan Kewirausahaan yang Kuat
istimewa
Rudi Maulana, founder Proxsis & Co pada kesempatan soft launching Proxsis Expo & Conference 2023 mengemukakan, inovasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa DNA kewirausahaan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perekonomian dunia masih belum stabil meski pandemi Covid-19 mulai melandai. Krisis ekonomi yang mulai melanda di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa menambah rasa khawatir terjadinya krisis ekonomi secara global. Menghadapi ketidakstabilan ekonomi dan sosial politik dunia menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi Indonesia pada 2023.

Namun, melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik, rasa optimis semakin besar bahwa perekonomian Indonesia tetap stabil.

Berkaca pada pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal 2020, semua pihak sampai pada kesimpulan bahwa inovasi adalah kunci untuk bisa bertahan dalam menghadapi krisis, baik itu krisis politik maupun ekonomi. Selain inovasi, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi poin penting menghadapi krisis ekonomi dan menambah rasa percaya masyarakat kepada pemerintah.

Baca juga: Ekonomi Indonesia 2023 Diprediksi Tumbuh 5,3 Persen, Wakil Menteri Keuangan: Tetap Waspada

Soal bagaimana inovasi bisa berjalan dan memberikan kontribusi bahkan revenue, Rudi Maulana, founder Proxsis & Co pada kesempatan soft launching Proxsis Expo & Conference 2023 mengemukakan, inovasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa DNA kewirausahaan.

"Jika keduanya dikawinkan baru kita bisa survive dan melewati krisis dengan baik. Kami biasa menyebutnya sebagai Innovationpreneur," ujarnya, Selasa (29/11/2022).

Untuk menjaga agar inovasi tetap on track dalam menghadapi krisis, Co-founder Proxsis & Co Roni Sutrisno berpesan, jangan sampai inovasi terganggu oleh kondisi yang membuat panik. "Jadi harus ada yang mengelola agar inovasi dapat terus berjalan, sementara ada tim manajemen krisis yang 'mengganti ban serep' untuk mengamankannya," ujarnya.

Kedua pandangan mengenai langkah inovasi dan manajemen krisis tersebut disampaikan atas praktik pengalaman Proxsis & Co ketika membantu klien mereka selama ini serta berdasar pengalaman mereka dalam menjalankan bisnis sendiri saat menghadapi krisis 2020. Metode ini digadang-gadang dapat menjadi insight bagi pelaku bisnis sebagai bekal menghadapi 2023.

Merespon ramalan banyak pihak tentang situasi ekonomi yang kurang baik di 2023, Proxsis & Co. sendiri akan menyelenggarakan Expo & Conference bertajuk Business Insight 2023: Resilience Mode On pada Januari 2023 mendatang.

CEO Proxsis & Co Andrianto Moeljono berharap event ini bisa membantu para pebisnis untuk mendapat insight yang bermanfaat dari hasil analisa bersama para pakar, sehingga organisasi di seluruh Indonesia mampu bertahan dan tetap optimistis menghadapi tantangan resesi di masa datang.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas