Tribun Bisnis

Menteri Teten Masduki Sebut Banyak Produk UMKM Berpotensi Penuhi Kebutuhan BUMN

Saat ini, UMKM yang sudah masuk rantai pasok industri baru sekitar 7 persen. Berbeda dengan Vietnam yang sudah 24 persen.

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Menteri Teten Masduki Sebut Banyak Produk UMKM Berpotensi Penuhi Kebutuhan BUMN
Bank Central Asia/Bank Central Asia
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki (kanan). Teten Masduki mengatakan sudah berkeliling ke berbagai daerah dan menemukan banyak produk UMKM berpotensi memenuhi kebutuhan industri dan BUMN. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan sudah berkeliling ke berbagai daerah dan menemukan banyak produk UMKM berpotensi memenuhi kebutuhan industri dan BUMN.

Baik itu sebagai bahan baku, suku cadang, dan sebagainya.

Hal itu ia sampaikan ketika Rakor Monitoring Implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN), dan Produk UMKM-Koperasi, di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Komisi VI DPR Akui Pemerintah Serius Kembangkan UMKM

"Saya berharap para kepala daerah menyiapkan, dibuat daftarnya, produk apa saja, yang bisa kita gandengkan dengan industri dan BUMN," kata Teten, dikutip Kamis (1/12/2022).

Saat ini, UMKM yang sudah masuk rantai pasok industri baru sekitar 7 persen. Berbeda dengan Vietnam yang sudah 24 persen.

"Kita akan terus mendorong BUMN dan usaha besar agar mau berbagi pekerjaannya ke UMKM," kata Teten.

Saat ini, Kementerian Koperasi dan UKM sudah membuat komitmen bersama 17 BUMN.

Antara lain, PT Pertamina, PT PLN, PT Kimia Farma, PT Krakatau Steel, Perum Perhutani, dan RNI/Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), dan PT Inka.

Lalu ada Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Berdikari, PT Garam, PT Perikanan Indonesia, dan PT Bio Farma.

Kemudian ada PT Perkebunan Nusantara III, PT Pindad, PT Pupuk Indonesia, dan PT Sang Hyang Seri.

Baca juga: Kebijakan Pemerintah Dinilai Membantu Sektor UMKM Berkembang

Tak hanya itu, Forum Kemitraan antara UMKM dan IKM dengan BUMN dan usaha besar telah dilaksanakan.

Forum itu memiliki nilai potensi transaksi sekitar Rp 206,2 miliar.

Kegiatan itu bertujuan agar UMKM masuk rantai pasok utama BUMN dan usaha besar.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas