Tribun Bisnis

Siapkan Blue Print BUMN 25 Tahun, Menteri Erick Thohir Dapat Dukungan

Salah satu pendiri Forum Peduli NKRI Bali, Oktavian Syah menyebutkan peningkatan kinerja BUMN bisa dilihat dari performa kenaikan laba BUMN.

Penulis: Erik S
Editor: Whiesa Daniswara
zoom-in Siapkan Blue Print BUMN 25 Tahun, Menteri Erick Thohir Dapat Dukungan
Istimewa
Menteri BUMN Erick Thohir 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kiprah Erick Thohir memimpin kementerian BUMN banyak mendapatkan apresiasi.

Erick dinilai berani, punya gagasan dan terobosan yang cukup efektif untuk meningkatkan performa BUMN. Bahkan Erick sudah punya cetak biru BUMN untuk 25 tahun ke depan.

Salah satu pendiri dari Forum Peduli NKRI Bali, Oktavian Syah menyebutkan peningkatan kinerja BUMN bisa dilihat dari performa kenaikan laba BUMN.

"Pertumbuhan laba bersih usaha BUMN meningkat signifikan sebesar 838,2 persen atau 124,7 triliun di tahun 2021," kata Oktav dalam keterangannya, Jumat (2/12/2022).

Menurut Oktav, kenaikan laba BUMN ini tidak terlepas dari tangan dingin Erick Thohir yang memiliki latar belakang pengusaha sukses.

Oktav mencontohkan gagasan Erick Thohir membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pusat intregasi bisnis.

Baca juga: Erick Thohir Disebut Berani Beri Ruang Talenta Muda Berkembang Jadi Pemimpin

Seperti KEK Bali misalnya yang memadukan 2 sektor yaitu sektor kesehatan dan sektor pariwisata.

"Ini sebuah terobosan cerdas yang kedepannya diharapkan mampu menjadi purwarupa di beberapa wilayah potensial Indonesia," tegasnya.

Mantan Sekretaris Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) itu menambahkan, terwujudnya KEK Bali ini akan terbukti mampu mengangkat tingkat perekonomian Indonesia dan Bali khususnya, maka ini akan menjadi bukti dan tolok ukur yang mumpuni kualitas kepemimpinan Nasional Erick.

Sebelumnya, seperti yang dikutip pada laman berita terdahulu bahwa Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan kepada media jika pemerintah akan membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk industri kesehatan di daerah Sanur, Bali.

Serta pada nantinya, konsep KEK tersebut akan difokuskan untuk tujuan wisata kesehatan.

Dari total 41 hektare lahan yang akan dikembangkan, seluas 21,2 hektare akan digunakan sebagai hub wisata kesehatan (health tourism hub) dengan sejumlah fasilitas, diantaranya rumah sakit internasional, area komersial, ecopark, hotel, market dan sekolah perhotelan.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas