Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Dalam Sepekan Rupiah Menguat 0,16 Persen, IHSG Ikutan Naik ke 6.850

Dosen sekaligus praktisi pasar modal Lanjar Nafi mencatat selama sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah alami

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Dalam Sepekan Rupiah Menguat 0,16 Persen, IHSG Ikutan Naik ke 6.850
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengunjung melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/12/2022). Penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2022 ditutup melemah tipis 9,45 poin atau 0,14% ke level 6.850,619. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dosen sekaligus praktisi pasar modal Lanjar Nafi mencatat selama sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah alami kinerja positif.

IHSG tercatat naik 0,73 persen ke 6.850 dan Indeks LQ45 naik 0,31 persen, serta nilai tukar rupiah terapresiasi 0,16 persen ke Rp 15.567 per dolar Amerika Serikat akibat intervensi Bank Indonesia di akhir bulan.

"Meskipun naik di akhir pekan, gagal membuat IHSG kembali positif selama bulan Desember tahun ini," ujar dia melalui risetnya kepada Tribunnews.com, Senin (1/1/2023).

Baca juga: Delapan Indeks Sektoral Seret IHSG Kamis Pagi Jatuh ke Zona Merah, Turun 0,87 Persen ke Level 6.791

Lanjar merincikan, IHSG tertekan di akhir sesi perdagangan akhir pekan ini, dengan ditutup turun 0,14 persen ke level 6850,62 dan Indeks LQ45 turun 0,29 persen ke level 937,18.

"Saham-saham di sektor konsumer primer dan material dasar menjadi penekan. Sedangkan, sektor infrastruktur dan keuangan yang naik, gagal mempertahankan posisi IHSG di zona positif," katanya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah di hari terakhir 2022 kemarin terapresiasi 0,57 persen ke level Rp 15.658 rupiah per dolar AS.

Rekomendasi Untuk Anda

"Adapun, imbal hasil obligasi naik tipis 0,2 basis poin kelevel 6,943 persen," pungkas Lanjar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas