Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Pertamax Bakal di-Update Setiap Seminggu Sekali

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan pengumuman harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dilakukan seminggu sekali

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Harga Pertamax Bakal di-Update Setiap Seminggu Sekali
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
Ilustrasi konsumen Pertamax di SPBU Pertamina 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengusulkan pengumuman harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dilakukan seminggu sekali, alias setiap pekan.

Hal ini dikarenakan Pertamax bukan termasuk golongan BBM subsidi, yang harganya dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti harga pasar.

Penetapan harga baru BBM non subsidi ini seiring dengan perubahan harga minyak mentah di pasar global.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun Terus, Ekonom Sebut Pemerintah Punya Ruang Turunkan Harga BBM Subsidi

"Ini yang kenapa kita mau konsultasi dulu, agar harga Pertamax di Indonesia bisa diumumkan tiap minggu, supaya sesuai dengan harga pasar," ucap Erick di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Senin (2/1/2023).

Diketahui, sesuai dengan Kepmen ESDM Nomor 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU), Pertamina mengevaluasi harga jual BBM nonsubsidi pada setiap bulan.

"Jangan kita terjebak di birokrasi, agar harga bensinnya turun, aturannya belum keluar," papar Erick.

Rekomendasi Untuk Anda

"Nah, kalau tiap Minggu kan enak. Harga Minggu depan harganya sekian, karena BBM dunia harganya sekian," ujarnya.

Seharusnya, harga Pertamax untuk Januari 2023 sudah dievaluasi.

Namun hingga kini harga BBM dengan Research Octane Number (RON) 92 ini belum dipublikasikan Pertamina.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Hari Ini, 30 Desember 2022 di Sejumlah Daerah: Solar, Pertalite Hingga Pertamax

"Kenapa kemarin ditunda, karena mau memastikan tidak melanggar aturan. Nanti disangka Menteri BUMN mau tabrak-tabrak aja, semua ada payung hukumnya," pungkas Erick.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas