Sri Mulyani Apresiasi Peran 264 BLU Selama Pandemi
BLU dapat memanfaatkan anggaran secara akuntabel. Terlebih, pengelolaan anggaran untuk pembelian vaksin, vaksinasi, perawatan
Penulis:
Nitis Hawaroh
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, saat ini terdapat 264 Badan Layanan Umum (BLU) di seluruh Indonesia yang bertugas sebagai agensi untuk berinteraksi melayani masyarakat di bidang tertentu.
Menurut dia, pembentukan BLU itu sebagai akuntabilitas dan peningkatan mutu pelayanan bagi masyarakat.
"BLU dibuat juga di dalam rangka untuk membangun sebuah corporate governance dan corporate culture. Karena dalam hal ini perlu dipisahkan birokrasi yang pure pemerintah versus agency yang bertindak mirip korporasi, namun tidak berorientasi mencari keuntungan," kata Sri Mulyani, dikutip Jumat (3/3/2023).
Baca juga: Sri Mulyani Minta Aset BLU Rp 1.170 Triliun Jangan Dibiarkan Tidur
Bendahara negara itu menyampaikan apresiasinya kepada seluruh BLU yang telah berkontribusi selama pandemi Covid-19. Pasalnya, BLU di bidang kesehatan atau rumah sakit sebagai lini terdepan dalam merawat para pasien covid.
Dia berharap, BLU dapat memanfaatkan anggaran secara akuntabel. Terlebih, pengelolaan anggaran untuk pembelian vaksin, vaksinasi, perawatan, hingga perbaikan fasilitas rumah sakit.
"Moga moga nanti bisa disampaikan ke publik investasi kita di bidang kesehatan dalam meng-upgrade dan membuat kesiapan untuk menghadapi perang terhadap pandemi covid luar biasa. Ini merupakan investasi yang saya harap dijaga dan terus dikembangkan," ujarnya.
Dikatakan Ani, BLU yang menyedot anggaran paling banyak ialah di bidang pendidikan. Kata dia, meski pernah mengalami guncangan yang luar biasa ketika pandemi, namun hal itu justru menciptakan inovasi baru di bidang pendidikan.
Baca juga: Megawati Semprot Menkeu Sri Mulyani Soal ASN Tajir Rafael Alun Trisambodo: Sangat Memalukan
"Bagaimana hikmah dari digitalisasi ini tetap kita manfaatkan positif, namun juga tetap waspada kalau kualitas dari pelayanan pendidikan kita terpengaruh negatif," ungkapnya.
Untuk itu, Ani menghimbau kepada seluruh pengelola BLU, agar mencari titik seimbang yang baik antara pengelolaan BLU dan kemudahan akses terhadap pelayanan-pelayanan bagi masyarakat luas. Namun, dengan tidak melakukan komersialisasi.