Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

AS Terhindari dari Risiko Gagal Bayar, Rupiah Diprediksi Melesat ke Rp14.700 per Dolar Juni Ini

Hans memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di kisaran Rp14.750 hingga Rp15.000 per dolar AS pada Juni ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
zoom-in AS Terhindari dari Risiko Gagal Bayar, Rupiah Diprediksi Melesat ke Rp14.700 per Dolar Juni Ini
Tribunnews/JEPRIMA
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Masagung Money Changer, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di kisaran Rp14.750 hingga Rp15.000 per dolar AS pada Juni 2023 ini. TRIBUNNEWS/JEPRIMA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis pasar modal Hans Kwee mengatakan, probabilitas gagal bayar surat utang Amerika Serikat (AS) saat ini relatif kecil karena rancangan Undang-Undang (RUU) plafon utang dengan menaikkan pagu atau batasan utang AS sudah disahkan di DPR AS dan menuju Senat.

"Harusnya bisa lolos. Dampak tidak gagal bayar AS positif bagi rupiah," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Jumat (2/6/2023).

Hans memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak di kisaran Rp14.750 hingga Rp15.000 per dolar AS pada Juni ini.

Meski seharusnya rupiah bisa menguat terhadap mata uang Negeri Paman Sam, tapi masih ada persoalan dari potensi kembali naiknya suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed.

"Masalahnya, The fed Mungkin akan melanjutkan kenaikan (suku bunga) di Juni. Jadi, rupiah mungkin sideways tertekan," kata Hans.

Sementara itu jika Amerika gagal bayar, Hans menilai ada dampaknya terhadap sektor keuangan dunia, terutama di pasar saham.

Baca juga: Dapat Dukungan Senat, Pemerintah AS Akhirnya Terhindar dari Risiko Gagal Bayar Utang

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini pasti karena pasar ekuitas akan koreksi karena risiko meningkat. Tetapi, kan sepertinya tidak akan terjadi gagal bayar," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas