Libur Idul Adha, Puncak Kendaraan Keluar Jabodetabek Diprediksi Terjadi Hari Ini
Puncak arus kendaraan keluar Jabodetabek melalui tol akan terjadi pada Rabu (28/6/2023) atau pada H-1 Hari Raya Idul Adha 1444H/2023.
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus kendaraan keluar Jabodetabek melalui tol akan terjadi pada Rabu (28/6/2023) atau pada H-1 Hari Raya Idul Adha 1444H/2023.
Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menjelaskan, arus keluar Jabodetabek mencapai sekitar 181 ribu kendaraan.
“Jumlah lalu lintas ini naik 37 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal sebanyak 132 ribu kendaraan,” urai Lisye dalam keterangannya, Rabu (28/6/2023).
Jasa Marga memprediksi sebanyak 1.065.952 kendaraan yang keluar Jabotabek selama tujuh hari periode Libur Hari Raya Idul Adha 1444H/2023 atau pada Selasa (27/6/2013) hingga Senin (3/7/2023).
Angka tersebut tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Trans Jawa dan Bandung), GT Ciawi (arah Puncak), dan GT Cikupa (arah Merak).
“Sementara itu, untuk jumlah kendaraan masuk ke wilayah Jabodetabek pada periode tujuh hari Hari Raya Idul Adha 1444H tersebut di empat GT utama yang sama, kami memprediksi sebanyak 1.067.140 kendaraan,” kata Lisye.
Untuk prediksi puncak arus balik jatuh pada H+3 atau pada Minggu (2/7/2023) dengan lalu lintas mencapai 192 ribu kendaraan, naik 13,8 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal,” tambah.
Lisye menambahkan, untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan ini, Jasa Marga telah menyiapkan berbagai strategi dan usulan rekayasa lalin.
Salah satu rekayasa lalin yang diusulkan kepada Pemerintah adalah usulan pembatasan angkutan barang baik pada periode kendaraan keluar maupun masuk kembali ke wilayah Jabotabek.
Baca juga: Libur Idul Adha, ASDP Prediksi Kenaikan Trafik Penumpang dan Kendaraan hingga 10 Persen
“Dalam mengusulkan pembatasan angkutan barang tersebut, Jasa Marga melihat data historis lalin per jam pada traffic counting di Km 50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan di Km 63 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta,” kata Lisye.
“Mempertimbangkan data tersebut, kami melihat tren volume lalin libur Idul Adha ini diprediksi mendekati tren volume lalin libur Nyepi yang cenderung meningkat di sore s.d malam hari pada hari yang diprediksi menjadi puncak arus keluar dan masuk Jabotabek,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan yang terjadi pada periode libur tersebut, Jasa Marga juga siap mendukung rekayasa lalu lintas atas diskresi Kepolisian, seperti contraflow, dengan menempatkan petugas dan rambu-rambu pendukung.
Baca juga: Libur Idul Adha 2023, Garuda Indonesia Optimis Terjadi Peningkatan Perjalanan Hingga 40 Persen
Jasa Marga juga menyiapkan sejumlah upaya untuk meningkatkan layanan baik di sepanjang jalur maupun di gerbang tol, seperti penambahan sarana, peralatan, maupun petugas di lapangan, termasuk penerapan teknologi dalam melayani pengguna jalan.
“Kami akan memastikan keberfungsian peralatan tol di gardu serta menambah jumlah petugas dan mobile reader untuk menambah kapasitas transaksi di gerbang tol utama. Tidak hanya di gerbang tol, potensi terjadinya kepadatan di lajur pun diantisipasi dengan penempatan petugas di titik-titik rawan kepadatan untuk mempercepat penanganan gangguan kendaraan di lajur serta mengatur lalu lintas,” ujar Lisye.