Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Faisal Basri Pesimistis Target Bauran Energi Terbarukan 23 Persen Bisa Tercapai di 2025

Faisal Basri menilai target Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada bauran energi nasional di tahun 2025 tidak akan tercapai.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Faisal Basri Pesimistis Target Bauran Energi Terbarukan 23 Persen Bisa Tercapai di 2025
Yanuar Riezqi Yovanda
Ekonom senior Faisal Basri. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom senior dari Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai target Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada bauran energi nasional di tahun 2025 tidak akan tercapai.

Ia membeberkan alasan bisa memiliki pandangan seperti itu. Menurut Faisal, ada oligarki batu bara yang menghambat target ini tercapai.

Hal itu ia sampaikan dalam diskusi daring bertajuk "Mempersiapkan Transisi Energi Indonesia", Rabu (13/9/2023).

"Ada kekuatan yang tidak kelihatan ini yang merusak ini semua, yaitu oligarki batu bara. (Mereka bepikir) 'Ya sudah saya mending tidur 30 tahun, kontrak jangka panjang gitu dengan PLN, untungnya sudah besar gitu, jadi ngapain saya (beralih ke) energi terbarukan?'" Kata Faisal.

Kemudian, ia juga mengatakan bahwa pemerintah malah mengajukan banding ketika digugat mengenai pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

"Misalnya kita akan ke pengadilan PTUN ya dan menang di Jawa Barat itu untuk PLTU Tanjung Jati B agar tidak dibangun, pemerintah nya banding. Bandar lagi, olgiraki lagi," ujar Faisal.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM kurang transparan menyajikan data.

Baca juga: Dirut PLN Beber Mismatch Sumber Energi Baru Terbarukan dengan Pusat Permintaan

"Aturan ada, tapi tidak dilaksanakan. Yang sudah inkrah di pengadilan pun pemerintah tidak laksanakan. Minta data saja ditutup-tutupi. Kementerian ESDM (diminta untuk) membuka siapa investornya, tidak dikasih tuh (datanya), lantas mem-PTUN kan keputusan komisi informasi," kata Faisal.

"Ini ada satu kekuatan lain yang harus kita dobrak gitu," lanjutnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas