Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Biaya Proyek Kereta Cepat Whoosh Membengkak 1,2 Miliar USD, Soal Bunga Utang Belum Ada Titik Terang

biaya pengerjaan proyek Kereta Cepat Whoosh membengkak alias mengalami cost overrun hingga 1,2 miliar dolar AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Biaya Proyek Kereta Cepat Whoosh Membengkak 1,2 Miliar USD, Soal Bunga Utang Belum Ada Titik Terang
Tribunnews/JEPRIMA
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo saat melakukan uji coba LRT Jabodebek di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2023). Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklaim masih terus melakukan negosiasi terkait bunga utang pinjaman untuk membiayai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, bersama pihak China, yang biayanya membengkak.

Diketahui, biaya pengerjaan proyek Kereta Cepat Whoosh mengalami pembengkakan biaya, alias mengalami cost overrun hingga 1,2 miliar dolar AS.

Hitung-hitungan tersebut telah disepakati oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang merupakan perusahaan patungan antara konsorsium Badan Usaha Milik Negara Indonesia (BUMN) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian China.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Pemerintah masih menargetkan bunga pinjaman dapat disepakati di bawah 4 persen.

"Oh kan udah (cost overrun) 1,2 miliar dolar AS sudah final. Udah selesai. Kisaran bunganya 3,5 sampai 4 persen, lagi negosiasi," ungkap pria yang akrab disapa Tiko saat ditemui di Sarinah Jakarta, Selasa (3/10/2023).

"Ini lagi difinalkan. Minggu ini harusnya keluar. Tapi sekitar 3,6-3,7 lah (bunga yang disepekati)," sambungnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kesempatan tersebut Tiko juga menanggapi terkait proyek KCJB yang dituding sulit balik modal dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga: Makna Logo Mirip Huruf W di Badan Kereta Cepat Whoosh

Menurut Tiko, hampir semua proyek-proyek infrastruktur atau transportasi massal pada dasarnya untuk memudahkan mobilitas masyarakat.

Sehingga, seiring berjalannya waktu penggunaan transportasi massal merubah pola peradaban transportasi Indonesia.

Baca juga: Naik Kereta Cepat Whoosh Gratis hingga 7 Oktober 2023, Ini Cara dan Jadwalnya

"Kalau proyek infrastruktur dasar seperti ini kan balik modalnya bisa 30-40 tahun. Ini kan infrastruktur dasar yang memang perlu dibangun untuk jangka panjang yang merubah pola peradaban transportasi Indonesia," pungkas Tiko.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas