Perang Hamas Vs Israel, Apa Dampaknya ke Ekonomi Indonesia? Ini Kata Ekonom
Inflasi berpotensi meningkat, terutama dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia, khususnya apabila konfliknya meluas dan berkepanjangan.
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Seno Tri Sulistiyono
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal memaparkan bagaimana dampak konflik Palestina vs Israel terhadap perekonomian Indonesia.
"Yang perlu diwaspadai dari sisi ekonomi adalah dampak terhadap peningkatan inflasi," ujar Faisal saat dihubungi, Selasa (10/10/2023).
Inflasi berpotensi meningkat, menurut Faisal, terutama dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia, khususnya apabila konfliknya meluas dan berkepanjangan.
Baca juga: Hari Keempat Perang Israel-Palestina, Hamas Siap Diajak Bahas Gencatan Senjata dengan Israel
"Namun untuk jangka pendek efek terhadap inflasi masih minimal karena kedua pihak bukan major exporter minyak," kata Faisal.
Sedangkan, Direktur Center of Economi and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan konflik Palestina VS Israel akan memicu investor bergeser ke aset yang aman.
"Kondisi tersebut dapat memicu dolar AS menguat dalam jangka pendek. Hal itu berpotensi menaikkan harga sejumlah barang dan komoditas impor khususnya pangan," terang Bhima.
Biaya impor beras akan terpengaruh, BBM juga akan lebih mahal, serta berpotensi menaiknya harga minyak mentah.
"Kenaikkan harga dolar AS akan menjadi kabar buruk bagi importir minyak," terangnya.
Sebelumnya, Konflik Palestina vs Israel kembali pecah setelah Hamas melancarkan serangan mendadak ke kota-kota Israel pada Sabtu (8/10/2023).
Serangan itu menewaskan lebih dari 200 warga sipil Israel. Sedangkan, lebih dari 230 warga Palestina tewas ketika Israel membalas dengan serangan balasan paling menghancurkan.