Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Sektor Fesyen Diharapkan Mulai Terapkan Nilai Keberlanjutan

Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2021 menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan 2,3 juta ton limbah pakaian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sektor Fesyen Diharapkan Mulai Terapkan Nilai Keberlanjutan
Istimewa
Menparekraf Sandiaga Uno. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta pelaku ekonomi kreatif untuk menerapkan nilai-nilai sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan, seperti apa?

Sandiaga menekankan pentingnya nilai berkelanjutan dalam upaya menjaga keberlangsungan lingkungan menyusul telah ditetapkannya fesyen sebagai subsektor unggulan ekonomi kreatif di Bone Bolango.

Dia mengatakan tren pariwisata ke depan adalah pariwisata berkelanjutan. Salah satu unsur dalam Sustainable Development Goals (SDGs) adalah mengarahkan kepada konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Baca juga: Warisan Budaya dan Spiritualitas Aceh Diangkat ke Sektor Fesyen

"Kita ingin zero waste material yaitu tidak ada lagi yang terbuang. Sehingga apa yang menjadi limbah harus kita ubah menjadi bernilai tambah," ujar Sandiaga melalui keterangannya, Rabu (28/2/2024).

Sandiaga mencontohkan, di Kabupaten Bone Bolango sendiri sudah menjadi Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia pada tahun 2022 dengan fesyen sebagai lokomotif ekonomi kreatif.

"Dengan predikat ini tentunya, baik industri tekstil, pelaku usaha di bidang fesyen, hingga konsumen perlu mengambil sikap untuk merespons hal tersebut," tambah Sandiaga.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengutip data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2021 menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan 2,3 juta ton limbah pakaian.

Nilai tersebut, setara dengan 12 persen dari limbah rumah tangga. Dari keseluruhan limbah pakaian tersebut, hanya 0,3 juta ton limbah pakaian yang didaur ulang.

"Karenanya dengan semangat green creative Kabupaten Bone Bolango harus mampu kembangkan sustainable fashion, yang kita harapkan ini akan menjadi daya tarik utama kita," kata Sandiaga.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas