Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bank Indonesia: Uang Beredar di RI Tembus Rp 8,965 Triliun per Mei 2024

Pertumbuhan uang beredar dalam arti luar (M2) didorong oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bank Indonesia: Uang Beredar di RI Tembus Rp 8,965 Triliun per Mei 2024
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luar (M2) pada Mei 2024 tercatat sebesar Rp 8,965,9 triliun atau tumbuh 7,6 persen secara tahunan atau year on year (YoY). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luar (M2) pada Mei 2024 tercatat sebesar Rp 8,965,9 triliun atau tumbuh 7,6 persen secara tahunan atau year on year (YoY).

Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, total uang beredar pada Mei 2024 ini tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan April yang tumbuh 6,9 persen secara YoY. Dia bilang, pertumbuhan ini didorong oleh peredaran uang sempit (M1).

Sedangkan, pertumbuhan uang beredar dalam arti luar (M2) didorong oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.

Baca juga: Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 12,15 Persen di Mei 2024

"Penyaluran kredit pada Mei 2024 tumbuh sebesar 11,4 persen (yoy), setelah tumbuh sebesar 12,3 persen (YoY) pada bulan sebelumnya," ujar Erwin dalam keterangannya, Jumat (21/6/2024).

"Aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 0,6 persen (YoY), lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 1,1 persen (YoY)," sambungnya.

Erwin menyebut, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman atau Loans dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker's Acceptances), dan Tagihan Repo.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.

"Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh sebesar 22,7 persen (YoY), setelah tumbuh sebesar 25,8 persen (YoY) pada April 2024," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas