Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Setelah Pidato Jokowi, IHSG Lanjutkan Penguatan ke Level 7.449

Pasar tengah mengantisipasi kebijakan suku bunga BI menjelang pemangkasan suku bunga acuan the Fed di September 2024.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Setelah Pidato Jokowi, IHSG Lanjutkan Penguatan ke Level 7.449
YouTube/TV Parlemen
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidatonya di Sidang Tahunan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,53 persen atau naik 39,51 poin ke level 7.449 pada perdagangan Jumat (16/8/2024).

Penguatan ini terjadi usai Presiden Jokowi membacakan pidato nota keuangan sekaligus Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2025.

Mengutip RTI Business, indek komposit berada di zona hijau dengan rentang 7.432-7.459.

Baca juga: Laju IHSG Menghijau Sambut Pidato Nota Keuangan Presiden Jokowi

Sebanyak 331 saham harganya naik, 197 saham turun, dan 249 saham tidak bergerak.

Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,45 triliun dari volume 9,77 miliar saham yang diperdagangkan dan frekuensi perpindahan tangan 589.256 kali.

Hampir seluruh indeks sektoral menguat di atas satu persen.

Rekomendasi Untuk Anda

Hanya sektor saham teknologi yang mengalami koreksi 0,25 persen.

Penguatan indeks membuat kapitalisasi pasar naik ke level Rp12.623 triliun.

Sejumlah saham turut menjadi pendongkrak IHSG di antaranya PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) naik 4,41 persen dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) naik 6,49 persen.

Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 0,82 persen dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) naik 4,18 persen.

Menurut Phintraco Sekuritas, IHSG masih rawan pullback akibat aksi profit taking dalam jangka pendek di Jumat (16/8/2024).

Secara teknikal koreksi kemarin membuka peluang pembentukan death cross di overbought area pada indikator Stochastic RSI dan keberadaan strong resistance di 7.450.

Pasar tengah mengantisipasi kebijakan suku bunga BI menjelang pemangkasan suku bunga acuan the Fed di September 2024.

Beberapa kali sebelumnya, BI cenderung bergerak lebih awal dari the Fed sehingga, pasar berspekulasi bahwa BI berpeluang pangkas suku bunga acuan dalam pertemuan tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas