Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Kebutuhan Beras Diprediksi Bakal Melonjak Jelang Pilkada Serentak 2024

Berdasarkan proyeksi yang ada, pada tiga bulan yakni Agustus, September, Oktober produksinya di atas konsumsi sekitar 2,5-2,6 juta ton beras.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kebutuhan Beras Diprediksi Bakal Melonjak Jelang Pilkada Serentak 2024
Radio Free Asia
Berdasarkan proyeksi yang ada, pada tiga bulan yakni Agustus, September, Oktober produksinya di atas konsumsi sekitar 2,5-2,6 juta ton beras. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memproyeksikan permintaan beras meningkat jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di 2024.

Disampaikan Arief saat melangsungkan rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR di Jakarta.

Arief menekankan, pentingnya melakukan penyerapan beras bagi pemerintah saat ini. Sebab, biasanya permintaan beras meningkat pada Pilkada Serentak 2024 yang akan dilaksanakan tanggal 27 November 2024.

"Kita berharap ini waktunya kita mempersiapkan stok CBP (Cadangan Beras Pemerintah karena mohon maaf nanti 27 November menjadi sangat kritikal biasanya peningkatan kebutuhan beras jelang Pilkada itu sangat tinggi," ujar Arief di Jakarta, Rabu (4/9/2024).

Baca juga: Harga Beras Naik 11,19 Persen pada Agustus 2024

Arief memaparkan berdasarkan proyeksi yang ada, pada tiga bulan yakni Agustus, September, Oktober produksinya di atas konsumsi sekitar 2,5-2,6 juta ton beras.

"Di waktu ini kami berikan kesempatan untuk Bulog membuat skema, baik komersial atau CBP. Bulog bisa melakukan penyerapan dua skema, dan memungkinkan juga dengan adanya beras komersial jadi beras CBP," tutur Arief.

Rekomendasi Untuk Anda

Bapanas, ucap Arief, sangat intens mempersiapkan cadangan pangan pemerintah khususnya beras.

Menurutnya, Bapanas juga telah menyampaikan kepada tim dari presiden terpilih, pada saat pergantian pimpinan negara, yakni Oktober, November, Desember, Januari, Februari, cadangan pangan pemerintah harus tetap terjaga utamanya beras.

"Nomor satu pengadaan dalam negeri, tapi pada saat dalam negeri tidak bisa kita ambil, karena akan mendorong naiknya harga beras di dalam negeri, kita sangat dengan terpaksa pengadaan dari luar negeri," imbuh Arief.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas