Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bapanas: Mayoritas Stok Komoditas Pangan Aman Jelang Periode Natal dan Tahun Baru

jelang Natal dan Tahun Baru, Bapanas menyebut ketersediaan sebagian besar pangan pokok strategis relatif berada dalam kondisi yang aman

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
zoom-in Bapanas: Mayoritas Stok Komoditas Pangan Aman Jelang Periode Natal dan Tahun Baru
SURYA/PURWANTO
ilustrasi. Pedagang beras menata beras jenis medium di pertokoan Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut ketersediaan sebagian besar pangan pokok strategis relatif berada dalam kondisi yang aman dan cukup, jelang menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kestabilan kondisi pangan tersebut terkonfirmasi dalam Rapat Koordinasi Pengamanan hari besar keagamaan nasional (HBKN) Nataru 2024 yang digagas Bapanas di Jakarta, Kamis (5/12/2024).

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, aspek ketersediaan telah dipastikannya berdasarkan penyampaian dari para pelaku usaha.

Baca juga: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Harga Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru, Bapanas Sebut Stok Melimpah 

Ke depannya pemerintah akan melaksanakan berbagai langkah strategis demi menjaga kestabilan tersebut.

“Kita semua telah menyelesaikan rapat koordinasi hari ini bersama-sama teman-teman dari hulu sampai dengan hilir. Ini melanjutkan perintah dari Bapak Presiden Prabowo untuk menjaga harga dan pasokan, baik di tingkat petani maupun di tingkat konsumen," papar Arief di Jakarta, Kamis (5/12/2024).

"Alhamdulillah dari laporan yang ada, mayoritas semua kebutuhan jelang Nataru, semuanya aman dan stabil,” sambungnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Terkait ketersediaan beras, dikatakannya stok yang ada di Perum Bulog telah menyentuh total 2,070 juta ton.

Dengan jumlah stok tersebut, Arief meyakini andil beras terhadap inflasi nasional dapat ditekan.

“Hari ini beras adem ayem, malah kita harus terus dorong distribusinya bisa sampai ke daerah seperti ke Indonesia Timur yang angka inflasinya cukup tinggi," ucap Arief.

Baca juga: Bapanas Tanggapi Keluhan Pedagang Pasar, Harga Gula-Migor Naik Jelang Akhir Tahun

"Andil beras hari ini 0,11 persen ke inflasi. Badan Pangan Nasional bersama Bulog hari ini bisa mewujudkan stok beras di Bulog 2,07 juta ton. Bahkan Bapak Presiden menyampaikan bahwa stok beras Bulog bisa lebih dari 2 juta ton itu, belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Atas